18 Pemain Muda yang Siap Mengejutkan Liga 1 Musim 2017

Arema: Bagas Adi Nugroho

Namanya mencuat menjadi salah satu pemain muda yang diprediksi bakal meroket di kompetisi Liga 1 musim ini. Alasannya cukup kuat, mantan kapten timnas Indonesia U-19 asuhan Eduard Tjong itu selalu bermain saat Singo Edan berlaga di Piala Presiden 2017.  Bersama dengan Hanif Sjahbandi, dan Nasir, bek asal Solo itu kerpa dipilih pelatih Aji Santoso untuk turun bertanding sejak menit awal.

Kepercayaan Bagas Adi dibayar dengan tuntas saat membawa Arema FC juara Piala Presiden 2017. Sempat menacatat 7 tekel sukses di babak final saat melawan Pusamania Borneo FC, Bagas jadi pemain penting bagi benteng pertahanan Singo Edan. Tak hanya di final, di babak grup, Bagas juga bermain apik dengan mencatat ada 10 tekel bersih yang ia peragakan di area benteng Arema. Penampilan apiknya itu lantas membuat Bagas terpilih menjadi pemain muda yang masuk dalam seleksi timnas Indonesia U-22 asuhan pelatih asal Spanyol, Luis Milla Aspas.

Tentu saja kepercayaan itu buah dari kerja keras Bagas sebagai pemain muda di Arema. Ketenangannya menjadi yang utama jika ia dipercaya mengawal pertahanan Arema. Tak hanya itu, di usia muda Bagas juga punya kemampuan yang baik untuk menutup pergerakan lawan. Tekelnya juga jadi senjata ampuh jika benar-benar dibutuhkan. Bagas diramalkan bakal menjadi pemain besar Indonesia untuk jangka waktu yang lama.

Barito Putera: Hansamu Yama Pranata

Hansamu Yama Pranata merupakan pemain muda yang potensial. Sama seperti Bagas Adi Nugroho, pemain yang berbadan tegap dan tinggi ini menjadi pemain andalan Barito Putera dalam urusan bertahan. Meski gagal mengantarkan Laskar Antasari melangkah lebih jauh di Piala Presiden 2017, Hansamu tetap menjadi primadona lini belakang bagi generasi sepak bola seusianya.

Di usia yang masih muda, 22 tahun, Hansamu sudah punya pengalaman yang cukup gilang gemilang. Dalam gelaran Piala AFF Suzuki 2016 lalu, Hansamu sempat menjadi ‘musuh publik sepak bola’ Indonesia karena telah mentekel Irfan Bachdim hingga menyebabkan sang pemain tak bisa berlaga di turnamen sepak bola se-Asia Tenggara itu. Namun, Hansamu berhasil menjawabnya dengan prestasi saat ia dipercaya menggantikan Rudolof Yanto Basna di lini pertahanan Indonesia. Ia mampu mencetak gol di final sekaligus bermain apik selama babak knock-out Piala AFF 2016. Sayang ia gagal menyumbangkan gelar juara bagi Indonesia meski di Stadion Pakansari dalam final leg pertama Skuat Garuda mampu membungkam Thailand dengan skor 2-1. Di Bangkok, Hansamu Yama tak kuasa menahan laju para pesepak bola Negeri Gajah Putih itu.

Kini, usai menjalani entrance di timnas comparison dengan cukup baik, nama Hansamu Yama kini mulai jadi harapan baru sepak bola Indonesia. Banyak yang meramalkan bahwa Hansamu akan menjadi bintang sepak bola Indonesia yang konsisten dengan permainan bertahannya yang apik dan rapi untuk beberapa tahun ke depan.

Bhayangkara FC: Dendy Sulistyawan

Banyak nama pemain muda di Bhayangkara FC tapi tak ada yang mampu mencuri perhatian begitu besar untuk Dendy Sulistyawan. Bocah Lamongan berusia 20 tahun ini namanya begitu terkenal sejak usia muda di klub Persela Lamongan. Dalam Indonesia Soccer Championship (ISC) A musim lalu, Dendy mencuat menjadi wonderkid sepak bola Indonesia.

Setidaknya dari 32 penampilannya bersama Skuat Laskar Joko Tingkir, Dendy berhasil mencetal 7 gol ke gawang lawan. Torehan tersebut bisa terbilang fantastis bagi pemain yang masih ‘ranum’ alias masuk 19 tahun kala itu. Tentu saja, Dendy langsung jadi idola para pendukung fanatik Persela, LA Mania. Kisah sukses Dendy joke berlanjut dengan pemanggilan dirinya oleh timnas Indonesia senior. Kala itu pelatih Alfred Riedl kepincut dengan aksinya sehingga membuatnya penasaran dan mengikutinya seleksi untuk tim Piala AFF Suzuki 2016 di Filipina.

Sayang, Dendy gagal bersaing dengan para seniornya di lini serang, seperti Boaz Solossa, Ferdinand Sinaga, atau Dimas Drajat. Tipe Dendy memang sedikit berbeda dengan keinginan Riedl kala itu. Saat itu pelatih asal Austria tersebut mencari seorang pemain depan yang mampu menjalankan tugas sebagai pivot alias tembok. Sedangkan Dendy lebih banyak berperang sebagai striker nomor 9.

Meski sudah tak di Persela, tapi potensi meledak Dendy musim ini bersama Bhayangkara FC patut ditunggu. Apalagi klub berjuluk The Great Alligator itu memiliki pemain muda potensial lainnnya seperti Evan Dimas.

Bali United: Ricky Fajrin

Bukan tanpa alasan jika Ricky Fajrin menjadi pemain yang dinilai bakal mencuat musim ini di Liga 1. Pasalnya, sebagai seorang bek sayap, kemampuannya kerap tertutup oleh pemain comparison yang sudah berpengalaman di posisinya. Tapi beruntung Ricky berlabuh di Bali United FC saat Indonesia Soccer Championship (ISC) A musim lalu.

Beruntung karena Ricky mengalami sentuhan dari pelatih Indra Sjafri. Sudah bukan rahasia umum jika Indra merupakan pemain yang gemar memoles pemain muda. Ricky joke menjadi bagian tersebut, bagian revolusi pemain muda di Bali yang diumbar Indra Sjafri.

Mendapat kepercayaan tersebut, Ricky joke bermain apik di lini belakang. Tak mengeherankan jika ia selalu mendapat kepercayaan dari Indra Sjafri. Dalam urusan ketenangan, Ricky di usia 22 tahun punya segalanya. Tekel bersih seperti Bagas Adi joke ia punyai, dan bahkan kemampuan menutup ruang seperti Hansamu juga ia miliki. Hal tersebut yang membuat Ricky terasa lengkap di usianya yang masih muda.

Perannya tersebut membuat pelatih Luis Milla Aspas terpikat dengannya. Pelatih asal Spanyol itu memasukan namanya sebagai salah satu proyeksi penggawa Indonesia U-22 untuk SEA Games 2017. Dalam urusan timnas, Ricky memang belum terlalu berpengalaman. Tapi dengan regulasi baru tentang pemain muda, Ricky bisa mendapatkan pengalaman bertanding yang banyak di Liga 1 musim ini.