4 Tahun Lagi, Bulan Bautan China Bakal Mengorbit di Angkasa

SRIPOKU.COM – China benar-benar menunjukkan taringnya untuk bersaing dengan negara adikuasa dalam bidang teknologi antariksa. Terbaru, China mengumumkan siap meluncurkan misi ambisiusnya berupa bulan buatan tangan manusia ke angkasa.

Berita Lainnya:
*Gerhana Bulan Total Terlama Terjadi 28 Juli 2018, Ini 6 Mitos Gerhana Bulan Total dari Seluruh Dunia

Bulan buatan merupakan satelit dengan cermin luar angkasa berukuran raksasa yang bisa memantulkan sinar matahari ke Bumi.

Proyek yang diinisiasi oleh Institut Chengdu, Provinsi Sichuan, China Barat Daya, itu akan membuat tiga bulan.

Wu Chenfung sebagai Kepala Lembaga Penelitian Sains dari institusi tersebut mengatakan, berdasarkan rencana penelitian yang meliputi verifikasi peluncuran, injeksi robot, pembongkaran, pencahayaan, penyesuaian, dan pengendalian, bulan buatan manusia ditargetkan selesai pada 2020 dan siap mengorbit pada 2022.

“Pada saat itu, tiga bulan dengan cermin besar akan membagi bidang circuit 360 derajat dan menerangi suatu daerah selama 24 jam terus-menerus,” kata Wu dilansir People’s Daily, Selasa (16/10/2018).

Wu melanjutkan, sinar matahari yang dipantulkan bisa menerangi area seluas 3.600 sampai 6.400 kilometer persegi, dengan intensitas cahaya delapan kali lebih terang dari cahaya bulan.

Untuk informasi, Bulan mengorbit Bumi sekitar 380.000 kilometer dari Bumi. Sementara bulan buatan manusia diperkirakan akan diletakkan di circuit dalam jarak sekitar 500 kilometer dari Bumi.

Menanggapi kekhawatiran apakah cahaya bulan buatan manusia akan mengganggu siklus siang-malam normal hewan dan tumbuhan, Wu mengatakan intensitas cahaya dan waktu iluminasi dapat disesuaikan dan akurasi iluminasi bisa dikontrol dalam jarak beberapa meter.

Saat bulan buatan mengorbit, orang hanya akan melihat bintang terang di langit yang menyinari jalanan suatu daerah.

More about ...