7 Perusahaan Taksi Demo di Semarang, Layanan Dipastikan Tetap Jalan

Transportasi Solo, tujuh perusahaan taksi akan mengikuti aksi demo di Semarang.

Solopos.com, SOLO — Tujuh perusahaan taksi di Soloraya bakal menggelar aksi demo menolak pembiaran operasional angkutan berbasis aplikasi di Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Semarang pada Kamis (7/9/2017) mendatang.

Kendati demikian, pelayanan taksi di Soloraya dan daerah lain dipastikan tak akan terganggu. Pengawas Kosti Solo, Tri Teguh S.L., yang akan menjadi koordinator tim negosiator demo, mengatakan perusahaan taksi dari berbagai daerah di Jateng sudah bersepakat menggelar demo pada 7 Sep 2017.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah para pimpinan perusahaan taksi di Jateng itu menggelar pertemuan membahas rencana demo di D’Cost Seafood, Jl. Depok, Kota Semarang, Senin (4/9/2017) mulai siang hingga sore.

Dia menyebut masing-masing perusahaan taksi di luar Semarang bersepakat mengirim perwakilan pengemudi taksi masing-masing empat orang untuk ikut demo. “Sekarang di Jateng ada 45 perusahaan taksi. Perusahaan taksi di luar Semarang diharapkan mengirim empat section taksi untuk ikut aksi. Sasarannya kami akan berkumpul di Kantor Gubernur. Mudah-mudahan Pak Gubernur bisa menemui kami,” kata Teguh saat dihubungi Solopos.com setelah mengikuti pertemuan di Semarang, Senin sore.

Teguh mengatakan massa aksi tengah menyiapkan tuntutan secara tertulis yang ditandatangani semua pimpinan perusahan taksi se-Jateng. Dia menerangkan tuntutan utama perusahaan taksi di Jateng yakni menolak operasional angkutan berbasis apikasi ilegal.

Perusahaan taksi di Jateng meminta Gubernur Ganjar Pranowo menindak penyedia layanan angkutan berbasis aplikasi ilegal yang nekat beroperasi. Teguh berharap dalam demo itu Gubernur bisa memfasilitasi massa aksi untuk audiensi.

“Kami akan menyampaikan tuntutan dalam bentuk tulisan, orasi, dan penjelasan saat audiensi. Kami memilih tanggal 7 Sep agar perusahaan taksi se-Jateng masih semangat atau tidak kelewat kendur. Sebelum ini kami berencana menggelar aksi pada 4 Sep ini,” jelas Teguh.

Teguh menjelaskan ada tujuh perusahaan taksi dari sembilan perusahaan taksi di Soloraya yang dipastikan ikut demo di Kantor Gubernur pada Kamis. Dua perusahaan taksi di Soloraya yang belum bisa dipastikan bergabung adalah Angkasa Taksi dan Solo Taksi.

Sedangkan perusahaan taksi lain, seperti Kosti, Gelora Taksi, Wahyu Taksi (Sukoharjo), hingga Boyolali Taksi bersedia mengirim sedikitnya empat perwakilan guna mengikuti demo di Semarang. Dia berharap semua perusahan taksi se-Jateng bisa ikut demo dan audiensi dengan Gubernur Jateng.

“Pelayanan taksi di Soloraya tidak akan terganggu. Kami hanya mengirim setidaknya empat perwakilan taksi untuk ikut serta dalam demo di Kantor Guberjur Jateng pada Kamis mendatang,” jelas dia.

Skema demo hampir sama dengan yang pernah dilakukan di Solo pada Juli lalu. Setelah menyampaikan orasi, massa aksi berniat beraudiensi dengan pejabat pemerintah. “Kami akan menyampaikan pandangan tentang operasional taksi sekarang,” terang Teguh.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, sudah mengetahui rencana demo perusahaan taksi se-Jateng di Kantor Gubernur Jateng. Dia mendapatkan informasi tersebut dari perwakilan perusahaan taksi lokal Solo yang menghadap ke Kantor Dishub belum lama ini.

Hari menilai demo boleh saja dilakukan asal jangan sampai merugikan masyarakat atau kepentingan umun. Dia berpesan kepada perwakilan perusahaan taksi Solo khusunya agar menjaga kondusivitas selama demo.

 

<!––>

More about ...