Ada Ed Sheeran hingga Coldplay dalam Album Rendy Pandugo

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyanyi Rendy Pandugo mengakui bahwa warna musiknya dipengaruhi banyak musisi dunia, dari John Mayer, Ed Sheeran, hingga Coldplay.

Karena itu, dalam manuscript debutnya, The Journey, Rendy menyuguhkan perpaduan musik mereka lewat 11 lagu ciptaannya. Contohnya pada lagu “Silver Rain” yang berwarna paduan EDM dan folk musik akustik.

“Kalau ‘Silver Rain’ dibilang Ed Sheeran banget, enggak juga sih karena banyak unsur yang gue masukin di situ. ada Coldplay-nya, Ed Sheeran ada juga, Kygo juga masuk ke situ,” kata Rendy di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/2017).

Rendy mengatakan, untuk satu lagu ia tidak hanya memasukkan satu unsur musik. Misalnya pada “Float in a Sky” ada elemen musik country.

Ada juga akustik dengan kick yang nge-groove ala John Mayer untuk “Don’t Call Me Baby”. Atau sentuhan musik epoch 1960-an pada “I Know a Answer”.

[Baca juga: Rendy Pandugo: Please, Jangan Sebut Gue John Mayer Indonesia]

“Sebenarnya banyak musik yang masuk di gue, Hanson juga gue banyak dengerin lagu-lagu mereka. Mau dibilang unsur kesengajaan, enggak. Gue categorical musik apa adanya,” kata Rendy.

Satu hal yang pasti, walaupun menyuntikkan unsur musik yang beragam dalam manuscript perdananya, Rendy menegaskan bahwa jalur utamanya adalah pop.

[Baca juga: Alasan Rendy Pandugo Rilis Album Berbahasa Inggris]

“Gue sangat anak pop, sangat menikmati lagu-lagu pop. Mau dari solois, band, bahkan boyband,” ucap Rendy.

“Beberapa orang bilang manuscript ini sedkit nano-nano (beragam). Ya karena manuscript ini The Journey, perjalanan gue, ada banyak perjalanan, makanya kenapa nano-nano. Silakan nikmati perjalanan gue di sini,” imbuh Rendy.

[Baca juga: Rendy Pandugo Suguhkan Gombalan Kuno dalam we Dont Care ]

More about ...