Ada Rencana Aksi Mogok Angkutan Umum Selasa Ini, Dishub Kota Bandung Merespons

BANDUNG, (PR).- Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi Jawa Barat atau WAAT Jabar akan mengadakan aksi damai dengan mogok beroperasi pada 8-11 Mei 2018. Hal itu dilakukan sebagai respons atas kondisi para pengusaha pengemudi angkutan kota yang dalam keadaan pailit sebagai dampak angkutan online.

“Keberadaannya dinilai merugikan para pengusaha angkot dan taksi konvensional.” Demikian pernyataan WAAt dalam surat pemberitahuannya seperti dilaporkan Prfmnews, Sabtu 5 Mei 2018.

Terkait aksi damai ini, WAAT Jabar mengajak para pengusaha dan sopir angkot di Kota Bandung khususnya dan di Jawa Barat umumnya untuk melakukan aksi mogok operasional.

Informasi terkait rencana itu dipoublikasikan melalui surat pemberitahuan yang sudah ditandatangani Ketua Umum WAAT Jabar Herman dan Sekjen WAAt Jabar Tirta Jaya.

Meski menggelar aksi, WAAT Jabar mengimbau kepada peluruh pengusaha dan sopir angkot untuk tetap menjaga kondusifitas. 

Dishub Kota Bandung merespons

Menyikapi hal itu, Dinas Perhubungan Kota Bandung menyatakan siap mengantisipasi aksi mogok. Rencana antisipasi aksi tersebut akan dimatangkan dalam rapat koordinasi, Minggu 6 Mei 2018.

“Insyaallah kami siap karena aksi seperti ini bukanlah kali pertama,” kata Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi, Minggu 6 Mei 2018.

Didi menyatakan, Dishub Kota Bandung akan menyediakan armada untuk mengantisipasi penumpang yang terlantar akibat aksi mogok operasional tersebut. Lebih dari 20 section kendaraan siap dioperasikan selama aksi berlangsung.

“Semua mobil Dishub siap mengangkut para penumpang. Ada 16 train sekolah, TMB semua diturunkan, termasuk armada cadangan,” ujarnya.

Didi menyebut, tidak pernah ada pemberitahuan aksi damai secara langsung dari WAAT Jabar. Informasi tersebut ia terima melalui media massa.

“Pemberitahuan secara langsung tidak ada. Saya tahunya dari media. Makanya, informasi yang beredar simpang siur. Ada yang bilang demo saja tidak ada aksi mogok, ada yang bilang aksi mogok saja,” katanya.

Meski demikian, Didi memastikan Dishub Kota Bandung sudah mengantisipasi setiap kemungkinan. Dia menyarankan para sopir angkot untuk tetap melayani masyarakat pada jam sibuk.

“Kalau mau mogok, dikasih jadwal. Jam sibuk tetap layani masyarakat, pada jam biasa mogok operasional. Sopir dan pengusaha angkot juga harus menyikapi respons masyarakat karena tanggapan masyarakat terhadap aksi seperti ini negatif,” ujarnya.***

More about ...