Al-Quran Sebutkan Akhir Perjalanan Matahari

“Tatkala matahari telah digulung, (dilenyapkan cahaya sinarnya),” [Q.S. At-Takwir; 81:1]

PECAYAKAH kita bahwa matahari yang sangat besar itu ada akhirnya? Dan bagaimana akhirnya?

Penjelasan Ayat

Jika kita  baca kembali ayat di atas, kita akan mengetahui hakikat alam semesta yaitu akhir perjalanan matahari, bintang-bintang, gunung, dan lautan. Matahari yang kita lihat sepanjang masa ini bersinar terang, akan tiba masanya nanti cahaya matahari ini hancur yaitu rusak semua sistem-sistem yang berkaitan dengannya sehingga matahari hancur berantakan. Matahari akan membeku dan dingin juga berputar melilit tanpa jilatan api.



Ini Sosok Ilmuwan Muslim yang Pertama Kali Temukan Gerhana…



Jika Terjadi Gerhana, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan



Sore Ini, Matahari Melintas Tepat di Atas Kakbah, Cek Arah…



Matahari Kembali Melintas di Atas Kabah 16 Juli Mendatang,…

ir pos

Fakta Ilmiah

Para astronom menjelaskan kepada kita melalui riset ilmiahnya bahwa panas matahari mencapai 4 milyar ton. Seiring perjalanan waktu, sistem yang ada pada matahari ini akan hancur yaitu berupa dinginnya matahari, pudar cahayanya, dan akan berubah menjadi bintang yang disebut “Merah Raksasa”. Lalu, bintang ini joke menyusut dan berubah menjadi bintang yang disebut “kerdil putih”. Kemudian, matahari akan membeku perlahan-lahan menjadi dingin dan pudar cahayanya. Para ulama mengatakan demikianlah akhir dari perputaran matahari.

Sisi Ilmiah Mukjizat Al-Qur’an

Para ulama  yang berkecimpung dalam studi mukjizat al-Qur’an juga mengatakan bahwa Al-Qur’an telah berbicara kepada kita tentang akhir perjalanan matahari sejak dahulu kala. Pada zaman itu, masyarakat belum mengerti tentang peristiwa tersebut, yaitu yang dilukis dalam firman-Nya: “Tatkala matahari telah digulung (dilenyapkan cahaya sinarnya)”. Di sisi lain, para ilmuwan, baik muslim atau kafir, telah membuktikan kebenaran perkataan Allah mengenai akhir dari perjalanan matahari tersebut melalui riset ilmiah yang dilakukannya pada paruh abad ini.  Wallahu a’lam bishawab. []

More about ...