Alasan Puluhan Calon Mahasiswa ITB Pilih Hengkang ke Kampus …

  • share facebook
  • share twitter
  • share google+
  • share pinterest

Alasan Puluhan Calon Mahasiswa ITB Pilih Hengkang ke Kampus Lain

TEMPO.CO, Bandung – Sedikitnya 35 calon mahasiswa baru 2017 melepaskan kursinya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bermawi Priyatna mengatakan, hampir seluruhnya yang membatalkan diri itu karena beralih ke sekolah kedinasan milik pemerintah, sebagian kecil ke luar negeri. “Itu menghilangkan kesempatan anak bangsa sekolah di ITB,” katanya, Jumat, 28 Juli 2017.
 
Ada dua jenis kasus pengunduran diri sebagai calon mahasiswa baru ITB. Sebelumnya mereka telah lolos masuk lewat penyaringan jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kasus pertama dari lulusan siswa beberapa Sekolah Menengah Atas karena memilih kuliah di luar negeri. Kasus kedua yang menguat tren kepindahannya itu karena calon mahasiswa ITB memilih ke sekolah kedinasan pemerintah.

Baca juga: Pengumuman SBMPTN, Anak 14 Tahun Diterima di Fakultas MIPA ITB
 
ITB menyurati SMA yang lulusannya melepaskan kursi seperti itu. Merujuk aturan SNMPTN, siswa yang telah menyelesaikan pendaftaran tidak diperkenankan membatalkan kepesertaan SNMPTN. Selain itu, siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri atau kampus lain tidak perlu didaftarkan sekolah ke ITB lewat jalur SNMPTN. 
 
Tahun lalu ada sekitar 20-an mahasiswa baru ITB yang beralih piliham ke kampus lain. Utamanya mereka pindah ke beberapa sekolah kedinasan seperti akuntansi dan statistik. Hal itu bisa terjadi kata Bermawi, karena ujian masuk sekolah kedinasan milik pemerintah itu berlangsung setelah pengumuman SNMPTN. 
 
Menurut Bermawi, kejadian seperti itu sudah lama terjadi, dan tidak hanya berdampak ke ITB melainkan universitas negeri lain di Indonesia. “Kami mau win-win solution, perlu koordinasi jadwal seleksi agar tidak saling mengganggu,” kata dia. 
 
Bagi sekolah asal lulusan yang mengosongkan kursi hasil SNMPTN itu, ITB melayangkan surat teguran. Menurut Bermawi, tindakan pengosongan kursi itu bisa berdampak pada kebijakan panitia SNMPTN soal kuota siswa pendaftar. Misalkan kuota pendaftar sesuai tingkat akreditasi sekolah sebelumnya 50 persen, ada kemungkinan untuk dikurangi kuota pendaftarnya pada tahun depan. “Yang dikurangi kuota pendaftar, bukan jumlah hasil seleksi,” katanya.
 
ANWAR SISWADI
 

More about ...