Anak Kuli Batu dan Buruh Laundry ini akan Jadi Pilot Citilink




Surabaya – Mimpi menjadi commander maskapai komersial tidak pernah terlintas dalam pikiran 5 siswa penerbangan yang disekolahkan Pemkot Surabaya. Para siswa dari keluarga kurang mampu di Surabaya ini akan menjadi commander Citilink.

Salah satunya Rizal Awalludin Adiansyah (20). Rizal awalnya bercita- cita menjadi polisi, namun gagal. Anak pertama dari tiga bersaudara ini joke memasukkan pendaftaran beasiswa yang dibuka Pemkot Surabaya untuk sekolah commander di Banyuwangi.

“Setelah gagal tes kesehatan tahap pertama Polri, saya ikut SNMPTN dan lolos UNESA ambil jurusan keolahragaan. Bersamaan dengan itu ada pemberitahuan jika saya mendapat beasiswa dari pemkot sekolah pilot,” kata Rizal di sela penandatanganan MoU Pemkot Surabaya dengan PT Citilink Indonesia di Balai Kota Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Anak dari pasangan Syahdan Sudjono-Tutik Sulasmi ini joke mengaku bersyukur bisa melanjutkan sekolah pilotnya agar bisa menjadi commander pesawat komersil.

Foto: Zaenal Effendi
“Sangat senang dan bersyukur karena saat ada 1.200 commander belum terserap. Tapi lagi lagi Bu Risma memberikan kepercayaan pada kami untuk sekolah lagi bersama Citilink dan menjadi commander pesawat A320,” kata Rizal.

Anak dari kuli batu ini akan tetap mengingat pesan kedua orangtuanya agar tidak tidak mensia-siakan kesempatan yang ada. “Belajar yang rajin, tekun, tidak sia siakan kesempatan dan tidak terlalu berharap banyak,” kata pemilik 170 jam terbang ini.

Hal senada dikatakan M Salman Alfarisy (21) yang merupakan anak seorang buruh laundry. Salman sejak awal tidak pernah menyangka mendapat kesempatan mendapat beasiswa sekolah commander dari Pemkot dan lulus kembali mendapat beasiswa dari Citilink.

“Sangat bersyukur dan tidak kepikiran bisa mengangkat derajat orangtua,” kata anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan M Burhanudin-Taufiqi Hidayah ini.

Salman juga mengatakan, akademis dia saat SMA tergolong biasa dan bukan anak yang syarat dengan prestasi. “Makanya saya sangat bersyukur karena saat SMA dulu saya biasa biasa saja,” ungkap dia.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo mengatakan kelima taruna penerbangan ini merupakan siswa asal Surabaya dari keluarga tidak mampu yang mendapat beasiswa dari Pemkot Surabaya dan sudah lulus dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) di Banyuwangi.

“Selama 18 bulan mereka sekolah di BP3 dan sekarang mereka akan kembali sekolah pesawat komersil yang dibiayai Citilink. Hari ini ditandatangani MoU,” kata Supomo.

(iwd/iwd)

More about ...