Ancaman Pengusaha Taksi Kepada Dishub Jika Uber Tak Ditertibkan

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga akan bertemu dengan seluruh pengusaha taksi resmi dan Organda Pekanbaru membahas langkah-langkah yang akan diambil. 

“Kami menunggu keputusan dari Dishub dan pihak kepolisian, apabila mereka tidak bertindak. Maka kami kemungkinan akan melakukan aksi unconditional seperti yang kemarin atau menggelar demo,” tambahnya.

Terpisah, Pengurus Blue Bird Jarot berharap kepada pemerintah untuk memberlakukan hal sama dengan angkutan resmi lainnya. “Kami¬† minta ketegasan dari Pemerintah, besok juga kita akan menggelar pertemuan. Hasil pertemuan itu nanti akan kita terapkan,” singkat Jarot.

Ketua Organda Pekanbaru, Saipul Alam menyebutkan, pihaknya akan membahas terlebih dahulu langkah-langkah yang akan diambil sebagai bentuk penolakan terhadap Uber. “Kita didiskusikan dulu apa kemauan pengelola taksi resmi yang ada di Pekanbaru. Karena kalau kita biarkan nanti dikhawatirkan akan menimbulkan suasana yang tak kondusif,” imbuhnya Saipul Alam.

Sementara itu, Kabid Wasdal Dishub Kota Pekanbaru Syaibul Alades menuturkan, untuk membahas persoalan beroperasinya Uber ini, pihaknya mengusulkan adanya rapat bersama antara Ditlanast Polda Riau dan Dishub Provinsi Riau. “Kita hanya mengusulkan, yang menentukan rapat mereka. Besok (hari ini, red) suratnya kita sampaikan, yang jelas Uber itu ilegal,” Sampai Syaibul.

Uber bisa beroperasi di Pekanbaru tanpa mengantongi perizianan menjadi tanda tanya, Staf Uber Anarp menyebutkan, izin Uber masih masih dalam proses pengurusan. “Izin uber lagi diurus,” jawabnya melalui aplikasi Whatsaap. Diketahui bahwa Transportasi berbasis online Uber telah mengaspal selama empat hari di Kota Bertuah sejak Jumat (12/5) lalu. (nda/*3/iil/JPG)