Angkot dan Taksi di Bandung Bakal Aksi Mogok 8-11 Mei, Ada Apa?

Liputan6.com, Bandung Ribuan sopir angkutan kota (angkot) dan taksi konvensional se-Bandung Raya mengancam akan melakukan aksi mogok mulai Selasa, 8 Mei hingga Jumat, 11 Mei 2018. Selain aksi mogok, mereka akan menggelar aksi unjuk rasa.

Hal itu diungkapkan Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat. Aksi mogok alias tidak beroperasi itu dilakukan sebagai respon belum terealisasinya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomo 108 Tahun 2017 tentang angkutan sewa khusus tidak dalam trayek.

Selain itu, WAAT Jabar menilai Peraturan Gubernur Jawa Barat tentang kuota angkutan sewa khusus serta belum adanya badan hukum dan stiker khusus dan uji kendaraan belum dilaksanakan oleh pengemudi angkutan online (daring).

“Situasinya kan tidak berubah, padahal ini sudah menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Sekretaris WAAT Jabar Tirta Jaya, Senin, 7 Mei 2018.

“Kita sudah lama menunggu tetap belum ada regulasi yang dijalankan mereka (angkutan online),” sambungnya.

Rencananya, awak angkutan kota (angkot) dan taksi konvensional akan berunjuk rasa ke Gedung Sate pada Selasa, 8 Mei 2018, mulai pukul 09.00 WIB.

Tirta mengatakan, WAAT mengundang lebih dari 15.700 angkutan kota dan 3.500 taksi untuk ikut serta dalam aksi mogok tersebut.

“Aksi ini diserukan ke anggota WAAT di Jabar terutama di Bandung Raya, Bogor, Sumedang, Garut dan Tasikmalaya,” jelasnya.

Dalam melaksanakan aksi damainya, WAAT mengimbau agar para sopir tetap menjaga kondusifitas di lapangan.

“Perkara ada yang tak mau ikut itu mereka ada kepentingan lain. Kita merasa sudah dirugikan dengan keberadaan angkutan online ini sejak 2014,” ujarnya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

More about ...