Angkutan Ilegal Berbasis Online Turunkan Omset Taksi Legal sampai Segini

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Keberadaan angkutan ilegal berbasis online membuat omset para pengusaha cab authorised turun hingga 60 persen.

“Kami sangat menyesalkan keberadaan angkutan ilegal berbasis online ini. Karena merugikan pengusaha cab legal,” ujar Ketua Organda Kota Bandung Neneng Djuairiah, kepada wartawan, Jumat (16/9).

Neneg mengatakan, yang menjadi masalah bukan karena sistem mereka yang online, melainkan karena mereka tidak memiliki izin resmi.

“Untuk boleh beroperasi di jalan, setidaknya harus mengantongi lima izin,” terang Neneng.

Ke lima izin itu adalah, ‎KIR, STNK plot kuning, izin trayek izin oprasi, dan tera.

“Para pengusaha angkutan online ini belum memiliki kelengkapan izin ini,” tambahnya.

Seharusnya, lanjut Neneng, plot nomor kendaraan angkutan berwarna kuning. Sementara untuk angkutan online, ber plot hitam.

“Tentunya itu merupakan pelanggaran,” tegasnya.

Jumlah cab ilegal juga sekarang belum tahu berapa persisnya. Sementara keberadaan mereka mengganggu 2 ribu cab authorised yang terdiri dari sembilan perusahaan cab yang beroperasi di Kota Bandung.
Karenanya, Neneng meminta kepada pihak yang berwenang, untuk menindak tegas keberadaan cab online ini.

“Kami juga sudah meminta kepada Provinsi, untuk melarang beroprasinya cab ilegal ini,” tambahnya.

Menurut Neneng, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan DPRD Jabar, dan DPRD sudah siap memberikan rekomendasi kepada gubernur, untuk menghentikan operasional cab online ilegal ini.

“Kabarnya, hari Senin, mereka akan mengirim surat rekomendasi kepada gubernur,” terangnya.

Neneng mengatakan, rencananya, minggu ini para sopoir cab akan demo. Namun, mengingat akan menghadapi PON XIX, aksi urung dilaksanakan.

“Bukan karena khawatir omset hilang, tapi kami hanya menghargai eventuality yang dilaksanakan pemerintah provinsi,” pungkasnya.(mur) ‎

More about it ...