Angkutan Umum Kendari Sweeping Taksi Online




Kendari – Ratusan sopir angkutan umum di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berdemo menolak kehadiran taksi online. Mereka kemudian menurunkan penumpang sebagai aksi protes terhadap kehadiran taksi online.

Sebagian besar penumpang yang merupakan mahasiswa terpaksa melanjutkan perjalanannya menggunakan ojek. Sebab, seluruh angkutan umum yang membawa penumpang di-sweeping dan tidak diperkenankan beroperasi. Sweeping tersebut dilakukan di Simpang Empat Wua-wua.

Salah seorang mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO), Syakiah, mengatakan ia merasa kecewa tapi tidak memiliki alternatif selain menggunakan ojek.

“Kalau diturunkan di tengah jalan seperti ini, kita pasti rugi, apalagi kalau mahasiswa seperti saya mau tidak mau naik ojek, pasti lebih mahal. Naik angkutan umum hanya Rp 3.000, kalau ojek bisa Rp. 5.000, bahkan lebih,” ujarnya.

Zul, penumpang umum yang juga diturunkan, menuturkan, jika sopir angkutan umum mogok, segala aktivitas bisa terhambat karena tidak ada sarana transportasi.

“Ya terpaksa nanti naik ojek, hanya saja hitungannya akan lebih mahal. Belum lagi jika tujuannya ada beberapa tempat. Terpaksa saya juga harus menunggu sampai sopir angkutan tidak mogok lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Mandas, salah seorang sopir angkutan umum, mengatakan aksi mogok yang dilakukan hari itu sebagai salah satu bentuk protes. Ia meminta pemerintah mengambil langkah tegas.

“Kita mogok karena pemerintah tidak tegas, harus dihentikan taksi online karena pendapatan kami juga semakin menurun semenjak taksi online itu beroperasi di Kota Kendari beberapa minggu terakhir ini,” tegasnya.

Tidak hanya sopir angkutan umum, ratusan sopir taksi juga melakukan demo yang berlangsung di seputar Tugu Religi MTQ dan akan ke kantor DPRD Sultra.

(asp/asp)

More about ...