Atasi Banjir Riau, 4 Prasarana Pengendali Banjir Dibangun

REPUBLIKA.CO.ID, PEKAN BARU — Sebanyak empat prasarana pengendali banjir di Provinsi Riau dibangun di Sungai Siak, Sungai Sampar Kiri, Sampar Kanan dan Sungai Rokan. Dana yang digunakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyampaikan, pengelolaan atmosphere sangat penting dalam menghadapi cuaca yang ekstrim dan berpotensi menimbulkan bencana banjir. Apalagi, sebagian wilayah Indonesia sering mengalami intensitas hujan yang tinggi sehingga menimbulkan banjir.

“Bahkan, daerah aliran sungai yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir, tahun ini menderita banjir cukup besar,” ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk prasarana pengendali banjir yang kini tengah dibangun, tiga diantaranya masing-masing akan memiliki panjang 250 scale dan bermanfaat untuk melindungi kawasan masing-masing seluas 25 hektare. Pekerjaan telah dimulai sejak Februari 2017 dan diharapkan selesai pada akhir 2017.

Ketiga prasarana tersebut berada di Sungai Siak (Desa Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir), Sungai Kampar Kiri (Desa Mentulik, Kabupaten Kampar) dan Kampar Kanan (Desa Biradang, Kecamatan Kampar Timur). Total anggaran yang dialokasikan untuk ketiga proyek tersebut adalah Rp 17,01 miliar dengan kontraktor pelaksana lokal. “Adapun progres untuk ketiga proyek tersebut berkisar 55 persen,” kata dia.

Sementara, untuk prasarana pengendali banjir Sungai Rokan (Desa Sukadami, Kabupaten Rokan Hulu), dibangun sepanjang 200 scale dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,4 miliar. Prasarana ini akan difungsikan untuk melindungi fasilitas umum dari banjir dengan luas daerah terlindungi mencapai 20 hektare. Realisasi fisik pembangunan prasarana tersebut telah mencapai 80,76 persen.

Selain membangun prasarana pengendali banjir di Riau, Kemenpupera juga membangun tiga embung untuk melindungi fasilitas umum dari limpasan Sungai Siak, Sungai Rokan, dan Sungai Indragiri. Untuk embung di Kota Pekanbaru yang berada pada wilayah aliran Sungai Siak menelan biaya sebesar Rp 6,51 miliar. Proyek ini dimulai sejak Februari 2017 dan diharapkan tuntas pada Oktober 2017. Sementaa pogres fisik sampai saat ini sebesar 69,64 persen.

Embung Sei Kepayang yang berada di wilayah Sungai Rokan Hulu menelan biaya Rp 13,43 miliar dan direncanakan dapat selesai pada Oktober 2017. Progres fisik saat ini sebesar 36,1 persen.

Sementara untuk Embung Talang Bersemi yang berada pada wilayah aliran Sungai Indragiri mempunyai nilai kontrak sebesar Rp 6,04 miliar dan progres fisik saat ini mencapai 70 persen.

More about ...