Bagaimana Seandainya Meikarta Memiliki Klub Sepak Bola?

Kebanyakan dari Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan Meikarta. Ya, kota baru  dengan konsep supercity yang terletak di pertengahan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dengan investasi 278 triliun rupiah ini mulai dipasarkan untuk umum sejak Mei 2017 lalu. Kota ini diharapkan bisa memecah kepadatan di area Jakarta, sekaligus meningkatkan pembangunan di wilayah-wilayah antara Jakarta dan Bandung.

Disebut supercity karena di kota baru ini, nantinya semua kebutuhan warga kota bisa tersedia. Ada sekolah dasar hingga menengah bertaraf nasional dan internasional, sejumlah rumah sakit bertaraf internasional, 10 pusat perbelanjaan, 10 hotel berbintang lima, gedung dan locus pameran internasional, pusat keuangan terpadu, pusat riset, termasuk Indonesia Silicon Valley atau tempat bagi terpadu industri teknologi informasi.

Belum lagi, luas dari Meikarta ini yang mencapai angka 5 ribu hektar dan bahkan akan terus melebar seiring dengan perkembangan dari wilayah Cikarang yang menjadi dasar pembangunan kota Meikarta itu sendiri.

Selain beberapa aspek kehidupan, bisnis, dan teknologi, Meikarta juga menjanjikan membangun stadion bertaraf internasional di wilayah mereka. Selain menjadi infrastruktur bagi warga kota, stadion ini juga nantinya diharapkan bisa digunakan ketika tim-tim dari Eropa berkunjung ke Indonesia.

Dengana adanya stadion berkualitas di wilayah terpadu, rasanya sayang sekali apabila tidak digunakan secara reguler agar kualitasnya terjaga. Dan cara terbaik agar bisa terus terpakai tentunya adalah dengan adanya klub sepak bola untuk bermain di sana. Mari sedikit berandai-andai bagaimana apabila nantinya Meikarta memiliki klub sepak bola.

Supercity=superclub?

Dengan fenomena “perpindahan” klub dari satu daerah ke daerah lain, maka bukan hal yang aneh seandainya nanti Meikarta membeli lisensi dari klub lain, dan menggunakannya, asalkan proses perpindahan ini sesuai dan tidak menyalahi aturan-aturan yang ada. Karena dengan taraf yang ada nantinya di Meikarta, tentunya tidak diharapkan bukan mereka bermain di kompetisi turn bawah?

Hal seperti ini sah-sah saja, tapi apabila memang ingin memiliki suporter setia dengan akar yang kuat, klub sepak bola yang nantinya ada di Meikarta sebaiknya mulai bermain dari low division dan merangkak naik hingga kompetisi turn tertinggi. Perjalanan panjang inilah yang akan membuat adanya ikatan emosional yang besar antara klub dan para penggemar. Karena mereka menyaksikan betul kondisi susah dan senang yang dialami oleh klub tersebut untuk mencapai puncak tertinggi.

Bisa jadi yang nantinya muncul dari klub sepak bola yang ada di Meikarta adalah tipe superclub. Dengan kata lain, tim dengan keuangan yang sangat baik dan dikelola dengan sangat profesional. Kedua hal tersebut dimungkinkan karena seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Meikarta akan diisi oleh pusat bisnis terpadu yang akan terjadi banyak aktivitas bisnis dengan turn yang tinggi.

Ini tentunya akan membuat Meikarta tidak kesulitan untuk mendapatkan financier atau pihak-pihak untuk mendanai klub. Dan financier joke bukan kelas-kelas medioker, tetapi para pengusaha atau perusahaan yang sudah biasa melakukan aktivitas bisnis dengan omzet yang luar biasa. Fenomena seperti ini sudah terjadi di sepak bola Thailand dengan keberadaan Muangthong United. Klub tersebut merupakan pindahan ke wilayah terpadu di Thailand, Muang Thong Thani, yang dibangun sejak 1997.

Baca juga: Muangthong United, Meretas Jalan Menuju Kancah Asia

Maka tidak heran seandainya nanti apabila Meikarta memiliki klub sepak bola, akan ada Galacticos lain di kancah sepak bola Indonesia. Sebuah klub yang dihuni oleh para pemain nasional kelas satu. Bahkan bukan tidak mungkin, klub sepak bola Meikarta mendatangkan para pemain internasional dengan kualitas nomor satu.

Yang berbeda, klub sepak bola Meikarta akan berada di tahapan yang berbeda ketimbang klub-klub sepak bola yang ada di Indonesia. Boleh jadi turn yang akan dicapai oleh klub sepak bola Meikarta adalah tahapan yang sama dengan klub Asia Tenggara lain seperti Muangthong United atau Johor Darul Takzim, atau bahkan bisa lebih lagi.

Hal ini dikarenakan proses pembentukan klub sepak bola di Meikarta yang entah namanya akan menjadi Meikarta FC, Meikarta City, Meikarta United, atau bahkan misalnya, Persemei Meikarta, akan berjalan lebih halus dan tertata.

Selain (akan) didukung oleh kekuatan finansial yang luar biasa, ini juga diakibatkan Meikarta akan membangun segala sesuatunya untuk klub sepak bola mereka nantinya mulai dari nol lagi. Karena tentunya, membangun lagi dari awal lebih mudah ketimbang menambal atau memperbaiki.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia

span,
.pages>a{
margin-left: 5px;
float: left;
text-align: center;
}
.pages>span.title{
margin-left: 0px;
font-weight: bold;
}
.pages>span,
.pages>a>span{
width: auto;
height: 25px;
min-width: 25px;
float: left;
padding: 2px 0px;

}
.pages>span.page{
background-color:
}
.pages>a>span{
background-color: green;
color:

}
.pages>a:hover>span{
background-color:
color:
}
]]>

More about ...