Banjir di Jakarta yang Jadi Ujian Anies-Sandiaga

JAKARTA, KOMPAS.com – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah di Ibu Kota pada Senin (11/12/2017) menyebabkan genangan dan banjir di mana-mana. Sejumlah jalan protokol yang biasanya bebas banjir, kemarin tak luput dari genangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merekap information genangan di Jakarta pada Senin kemarin. Dari lima wilayah kota, daerah yang pale banyak tergenang adalah Jakarta Selatan.

Peristiwa banjir ini tak luput dari perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Bahkan Gubernur Anies meninjau underpass Dukuh Atas yang terendam banjir hingga 1 meter. Pada malam harinya, ia juga meninjau tanggul Jatipadang yang jebol.

Berikut Kompas.com merangkum banjir di Jakarta pada Senin kemarin yang tidak hanya menyita perhatian Anies-Sandiaga, tetapi juga warga Ibu Kota.

Lokasi banjir: Di Jakarta Selatan, genangan muncul di lampu merah ITC Fatmawati, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan H Syahrin, Jalan Radio Dalam, Jalan Adityawarman, Jalan Trunojoyo, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan HR Rasuna Said. Kemudian di Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Pulo Raya, Jalan Prof DR Satrio, underpass Dukuh Atas, Jalan Kemang Utara IX, Jalan Denpasar, dan Jalan Kemang Raya.

Sementara itu di Jakarta Barat juga muncul genangan di depan Apartemen Slipi di Jalan Letjen S Parman. Di Jakarta Utara ruas tol Kemayoran-Tanjung Priok di KM 16.800, Jalan Yos Sudarso, Boulevard Barat Mall of Indonesia juga tergenang.

Baca juga : Ini Titik Genangan di Jakarta, Paling Banyak di Jaksel

Genangan di underpass Dukuh Atas, Senin (11/12/2017).Dok. Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Genangan di underpass Dukuh Atas, Senin (11/12/2017).Di Jakarta Pusat, Jalan Cikini Raya, Jalan Penjernihan 1, Jalan Bendungan Hilir, Jalan Ridwan Rais, Jalan Jati Bunder, dan Jalan Krekot 4 juga dilaporkan tergenang sesaat. Sementara di Jakarta Timur ada Jalan Cipinang Bali, Jalan Kramayuda, dan Kalisari yang sempat tergenang.

Dampak banjir: Akibat banjir ini, arus lalu lintas sempat tersendat bahkan lumpuh seperti di Dukuh Atas. Transjakarta sempat kesulitan melintas. Permukiman rawan banjir seperti Jatipadang, atmosphere dari kali meluap dan mengalir deras menghantam tanggul sementara yang pernah jebol. Warga setempat diungsikan ke mushala terdekat.

Baca juga : Akibat Genangan, Perjalanan Bus Transjakarta Terhambat

Sejumlah basement gedung perkantoran juga dilaporkan tergenang. Selain genangan, tercatat ada 33 pohon tumbang saat hujan deras kemarin.

Respon Anies: Gubernur Anies meninjau langsung titik banjir yakni di underpass Dukuh Atas dan Jatipadang. Banjir yang melumpuhkan Dukuh Atas, kata Anies, disebabkan keteledoran anak buahnya. Ia menemukan ada pompa yang rusak di rumah pompa tersebut.

“Jadi saya datang ke sini, cek, ternyata dari 6 pompa hanya 2 yang berfungsi dengan baik, yang lainnya ada masalah, pompanya, panelnya, tapi intinya tidak berfungsi,” kata Anies usai meninjau rumah pompa, Senin sore.

Baca juga : Dengar Kabar Banjir 1 Meter, Anies Cek Rumah Pompa di Dukuh Atas

Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanKompas.com/Akhdi Martin Pratama Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanAnies mengatakan, masalah pompa yang rusak sudah diketahui user sejak lama. Operator juga sudah melaporkan hal tersebut sejak 22 Oktober. Namun, tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait. Operator mengatakan rusaknya ada pada bagian row listrik. Panel listrik itu rusak karena hujan besar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi tanggul jebol di Jati Padang, Senin (11/12/2017). Dok. Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Pemprov DKI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi tanggul jebol di Jati Padang, Senin (11/12/2017). Anies akan memanggil pejabat untuk mengingatkan kesiapsiagaan selama musim hujan. Pompa yang rusak juga akan diperbaiki. Ia mengaku akan menindak tegas anak buahnya yang tidak cepat tanggap menanggapi persoalan banjir di Jakarta.

“Kita akan tindak tegas siapa joke yang tidak merespons cepat untuk urusan banjir, akan ditindak tegas,” ujar Anies.

Respon Sandiaga: Beda Anies, beda dengan Wagub Sandiaga. Sandiaga lebih memilih memantau banjir melalui aplikasi “Pantau Banjir”. Tak hanya titik-titik banjir, kata Sandiaga, aplikasi tersebut juga menunjukkan kondisi pintu atmosphere dan pompa atmosphere yang ada di Ibu Kota. 

Selain itu, Sandiaga mengatakan, banjir yang melanda sejumlah tempat di Jakarta, disebabkan karena anomali cuaca yang membawa atmosphere hujan dalam volume tinggi.

Baca juga : Ditanya soal Banjir, Sandiaga Malah Pamer Aplikasi Pantau Banjir

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menunjukkan aplikasi Pantau Banjir dari ponselnya untuk memantau titik-titik banjir, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/12/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menunjukkan aplikasi Pantau Banjir dari ponselnya untuk memantau titik-titik banjir, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/12/2017).”Kalau penyebabnya ya volume atmosphere yang luar biasa banyaknya,” kata Sandiaga. 

Khusus untuk pohon, Sandiaga mengatakan solusinya yakni melakukan pemangkasan repetition (topping) atau penebangan (chopping) pohon-pohon yang sudah tua. Dia berharap komunitas pecinta pohon tak menghalangi langkah Pemprov DKI itu demi mencegah terjadinya pohon tumbang.

Respon Kadis Sumber Daya Air DKI Jakarta: Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan banyaknya genangan di jalan protokol disebabkan oleh proyek pembangunan.

“Memang sebenarnya jujur kami katakan ya. dengan adanya pembangunan MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), sekarang baru ditunjukin nih penyakitnya,” kata Teguh kepada Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Baca juga : Kadis SDA Sebut Pembangunan MRT, LRT, Trotoar Akibatkan Jalan Protokol Tergenang

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/10/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/10/2017).Teguh mengatakan, pihaknya sudah lama mengirim surat kepada jajaran PT MRT Jakarta dan pengelola LRT Jakarta. Dia meminta pembangunan yang dilakukan jangan sampai mengganggu drainase.

“Termasuk juga mohon maaf ya, pembangunan trotoar, ini salah satu faktornya,” kata dia.

More about ...