‘Bebek Raksasa’ Tiba-tiba Muncul di Danau Taman Kota Meikarta

Bekasi – Ada pemandangan berbeda di danau yang berada di Central Park, Cikarang, Bekasi. Sesosok bebek kuning raksasa mengapung di atasnya, bikin heboh!

Adalah sosok bebek kuning raksasa atau Giant Yellow Duck (GYD) yang mengapung di danau seluas 25 hektar di tengah-tengah Kota Baru Meikarta. Bukan sembarang bebek, kemunculan GYD ini selalu membuat kehebohan.

Tingginya mencapai 7 meter. Warnanya dominan kuning cerah dengan paruh orange laiknya mainan bebek atmosphere di kolam kecil, sehingga terlihat sangat menggemaskan. Baik dari atas jembatan maupun tepi danau, banyak warga sekitar yang memanfaatkan kehadiran bebek raksasa untuk berfoto.

Sejak pertamakali muncul di pantai Los Angeles, Amerika Serikat, tahun 2007, bebek raksasa dari karet itu sudah berkeliling ke beberapa kota di dunia seperti Sydney, Osaka, Nurenberg, Osaka, dan Taiwan.

(Idris/detikTravel) Foto: Muhammad Idris/detikTravel

Presiden of Sales Meikarta, Ferry Tahir, mengatakan kehadiran GYD yang pertamakali di Indonesia sejak hari ini, akan semakin membuat Meikarta sebagai kota berkelas dunia.

“Sejak tahun 2007 bebek raksasa ini sudah ada di banyak kota besar. Meikarta ini kota berkelas dunia, makanya kita hadirkan di sini menunjukan Meikarta sebagai kota yang setara dengan kota-kota dunia,” kata Ferry di Central Park Meikarta, Bekasi, Minggu (5/11/2017).

'Bebek Raksasa' Tiba-tiba Muncul di Danau Taman Kota MeikartaFoto: Muhammad Idris/detikTravel

Diungkapkannya, pemandangan bebek raksasa yang anti mainstream ini akan membuat taman kota semakin menarik dikunjungi masyarakat. Apalagi posenya yang instagramable dengan taman yang melingkari danau, sangat cocok untuk dijadikan latar belakang foto.

“Warga di sini pertamakali lihat sesuatu yang ada di Los Angeles, tak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri. Semua yang ada di luar negeri hampir semuanya ada di Meikarta. Harapannya banyak orang tua yang sayang anak daripada bawa ke mal bosen, bisa ke sini berfoto selfie, masukin di Instagram dan sebagainya. Masuk Central Park juga gratis,” jelas Ferry.

Lanjut dia, penataan area terbuka hijau, termasuk memperindah danau dengan kehadiran GYD ini sebagai bagian dari Meikarta yang terus berupaya mendekatkan jarak dengan penghuninya dan masyarakat sekitar.

“Kita selalu bilang Meikarta ini solusi dari kota yang mungkin macet, banjir, dan keamanan yang tidak terjamin. Warganya mau apa, kotanya maunya seperti apa. Tidak ada jarak Meikarta dengan warganya. Kita benar-benar hadir apa yang diinginkan warganya,” tutur Ferry.

'Bebek Raksasa' Tiba-tiba Muncul di Danau Taman Kota MeikartaFoto: Muhammad Idris/detikTravel

Sementara itu di kesempatan yang sama, Psikolog Tika Bisono, mengungkapkan kehadiran GYD di tengah-tengah Meikarta membuatnya menjadi kota yang lebih ramah serta menyenangkan terhadap anak. Apalagi ditambah dengan luasnya area bermain di paru-paru kota tersebut yang mencapai 100 hektar.

“Saya lihatnya jadi bebek terus. Kalau lihat ada area yang luas sekali anak-anak inginnya bermain dan lari-lari. Ruangan terbuka ini bagus sekali buat perkembangan anak-anak. Jadi enggak bikin stres, banyak pohon bisa duduk-duduk atau sambil belajar di atas rumput,” ujar Tika.

Selain itu, tercukupinya areal terbuka hijau dengan beragam fasilitas umum dan fasilitas sosial yang lengkap dari sebuah kota, sangat cocok untuk ekosistem keluarga muda.

“Kalau keluarga-keluarga muda yang anaknya masih perintilan (kecil), luar biasa tinggal di tempat yang memiliki taman luas. Banyak oksigen itu membuat kehidupan jadi sehat,” kata Tika.

'Bebek Raksasa' Tiba-tiba Muncul di Danau Taman Kota MeikartaFoto: Muhammad Idris/detikTravel

Sebagai kota complicated dengan fasilitas yang lengkap, Meikarta juga dinilai mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup kalangan selebritas. Juli Estelle salah satunya. Di Meikarta yang memiliki taman luas dan walking yang sangat bagus, dirinya bisa menyalurkan hobinya yakni olahraga lari.

“Aku tumbuh besar di Bali yang sangat dekat dengan alam hijau. Pindah ke Jakarta terasa serba sempit dan kecil, sementara di sini luas dan nyaman. Kebetulan aku suka sekali lari, dan di sini banyak fasilitasnya,” ucap Julia.

Central Park yang memiliki luas 100 hektar ini sendiri saat ini sudah semakin terlihat hijau dengan kehadiran pohon-pohon keras yang ditanam. Pohon-pohon seperti Randhu hingga Beringin membuat lingkungan semakin rindang. Lingkungan asri ini semakin dipercantik dengan hamparan bunga dan rerumputan hijau yang mengelilingi danau.

Nantinya, taman kota ini akan dilengkapi kebun binatang mini, hutan kota, dan jogging track. Sementara di atas danau juga dibangun jembatan kokoh untuk pejalan kaki yang menikmati keindahan danau atau sekedar berolahraga. (idr/wsw)

More about ...