Belitung berbenah jelang Gerhana Matahari Total

Gerhana MatahariImage copyright
AFP

Hari-hari ini Belitung tak seperti biasanya karena ramai dengan umbul-umbul, print raksasa, maupun spanduk yang bertema tunggal: Gerhana Matahari Total.

Pulau di lepas pantai Sumatra ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang melancong untuk menikmati GMT pada 9 Maret mendatang.

Tanpa GMT saja Belitung sebenarnya sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia dan gejala alam tersebut akan membuatnya menyambut lebih banyak wisatawan lagi.

Dan GMT ini yang dimanfaatkan oleh Li Pang dan Marsha, sepasang pengantin baru dari Jakarta, untuk memilih Belitung sebagai tempat bulan madu.

“Kebetulan, waktunya pas dengan Gerhana Matahari Total, ya cocok sekali, jadi, kami memutuskan ke Belitung saja,” kata Li Pang.

Seluruhnya terdapat 12 titik pengamatan GMT di Pulau Belitung namun Li Pang dan Marsha belum memutuskan pilihannya.

“Belum jelas, apa mau ke pantai atau ke gunung. Mungkin ke pantai, tapi katanya Pantai Kelayang ramai, karena Jokowi mau datang. Jadi nggak tahu deh, lihat saja nanti,” kata Marsha.

Swadaya untuk fasilitas umum

Pantai memang menjadi salah satu titik pengamatan favorit namun Pulau Belitung menawarkan sejumlah titik pengamatan di perbukitan, antara lain Bukit Batu Titi, Bukit Paramon, Bukit Tambali, Bukit Limau, dan Bukit Samak.

Image copyright
Reuters

Image caption

Para siswa di Pulau Ternate -yang juga akan menghadapi GMT- mencoba kaca mata pelindung buata sendiri.

Namun Bukit Batu Titi, di desa Pelepak Pute, yang menjadi tempat pale dekat ke lintasan gerhana matahari, yang untuk Belitung akan berlangsung sekitar dua menit 11 detik.

Letaknya sekitar satu jam perjalanan dari ibukota Tanjung Pandan dan karena di puncak bukit batu, jelas tak mudah juga untuk menjangkaunya.

“Saya jelaskan dalam sosialisasi kepada warga, lalu warga spontan bergotong royong menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk mempermudah para wisatawan dan pengamat yang mau melihat GMT di Bukit Batu Titi,” jelas Kepala Desa Pelepak Pute, Anang Jaelani.