Benarkah Memandang Gerhana Matahari Bisa Bikin Buta?

TEMPO.CO, Jakarta – Sejak dulu, secara turun-temurun kita selalu diingatkan agar tidak menatap matahari saat sedang terjadi gerhana, sum atau sebagian, karena akan merusak mata. Kita sering mengabaikan dan menganggapnya mitos, padahal ada lebih dari 100 kasus yang terdokumentasi soal kerusakan mata akibat terlalu lama melihat gerhana matahari.

Kerusakan mata ini disebut solar retinopathy dan tak akan menyebabkan kebutaan, hanya kerusakan. Begitu penjelasan spesialis mata di Universitas Waterloo di Ontario, Kanada, Profesor Ralph Chou. “Kemungkinannya adalah kita tak lagi bisa melihat sesuatu secara jelas dan detail,” kata Chou kepada Live Science.Baca: Gerhana Matahari Total akan Terjadi 21 Agustus 2017

Sebenarnya ada cara untuk menghindari kerusakan mata, yaitu dengan menggunakan pelindung saat memandang gerhana matahari. Gerhana matahari sum terdekat akan terjadi 21 Agustus 2017 di langit benua Amerika dan diperkirakan akan berlangsung selama 3 jam.

Menatap matahari ketika terjadi gerhana tak jauh berbeda dengan saat tidak terjadi gerhana. Bedanya, pada hari biasa, kita pasti langsung memalingkan pandangan kala menatap matahari akibat silau. “Otak kita sudah dirancang untuk menghindari melihat sesuatu yang sangat terang seperti matahari,” jelas Chou. Baca juga: Gerhana Matahari Total Hasilkan Puluhan Riset

Akan tetapi ketika gerhana matahari, sinar tertutup bayangan bulan sehingga tanpa sadar orang akan menatap lama ke arah matahari. Apalagi momen gerhana itu langka dan orang tak ingin melewatkannya.

Setiap kali kita memandang matahari, sinarnya langsung menusuk mata dan terfokus pada bagian yang disebut fovea, yang terletak di bagian belakang mata. Sel-sel sensitif terhadap cahaya yang memberikan fact warna benda yang terlihat di siang hari joke menyerap cahaya melalui fotoreseptor dan mengubah sinyal tersebut menjadi impuls elektrik yang dikirim ke otak dan diterima sebagai sinyal visual. Artikel terkait: Peneliti Amati Hewan dan Tumbuhan Saat Gerhana, Hasilnya?

Ketika terjadi gerhana matahari, begitu banyak cahaya yang diterima sel-sel tersebut dan justru mengganggu sel-sel sensitif tersebut sehingga mereka berhenti berfungsi. Bila kerusakan cukup parah, sel-sel itu joke mati.

Mereka yang melihat gerhana matahari dengan teleskop atau alat bantu lain juga berpotensi mengalami kerusakan mata. Cahaya matahari justru terkumpul seperti api yang membakar lewat lensa alat bantu penglihatan dan “memanggang” sel-sel mata sehingga mati. Kasusnya mirip bila kita membakar sesuatu dengan bantuan kaca pembesar dan sinar matahari.

Chou tidak melarang kita menyaksikan gerhana matahari asalkan menggunakan alat bantu yang aman buat mata, misalnya filter atau kacamata khusus, dan alat tersebut harus berfungsi dengan baik. Dan filter tersebut harus dilepas bila kita tidak menatap matahari. “Filter ini sangat gelap dan apapun tak akan terlihat saat kita memakainya kecuali matahari,” tutur Chou.

PIPIT