Benarkan Bumi Berputar Semakin Melambat Setiap 100 Tahun Sekali?

JATIMTECH.com – Kabarnya para astronom telah mengungkapkan bahwa perputaran bumi sebenarnya telah semakin panjang. Tim menemukan bahwa berkat perlambatan bertahap rotasi world kita, Bumi memperpanjang sekitar 1,8 milidetik setiap 100 tahunnya.

Panjang pecahan waktu mungkin akan memakan waktu sekitar 3,3 juta tahun untuk mendapatkan 1 menit dan 2 juta lebih berabad-abad bagi kita untuk menambah jam tambahan yang sangat dibutuhkan untuk memperpanjang rotasi kami.

Lantas muncul pertanyaan bagaimana rotasi bumi melambat dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhinya? Hal ini penting bagi para ilmuwan untuk membuat perhitungan yang pale akurat tentang masa depan world ini.

Bahkan, penelitian lain menunjukkan bahwa world ini diprediksi dapat melambat lebih dari 2,3 milidetik sehari. Jadi world ini benar-benar melambat secara bertahap dari yang diharapkan selama jangka waktu yang lama.Untuk mengetahui temuan ini lebih lanjut, astronom dari Inggris meneliti bahwa hal ini berkaitan dengan 3.000 tahun masa silam dari catatan pale awal mengenai perlambatan bumi datang dari Babilonia dan teks Yunani kuno, serta skrip dari China, Eropa abad pertengahan, dan Timur Tengah. Catatan ini semua didokumentasikan pada waktu dan tempat yang mana orang memiliki saksi gerhana matahari dan bulan di seluruh ribuan tahun.

Untuk mengetahui bagaimana rotasi bumi telah melambat, tim membandingkan catatan sejarah dengan indication komputer yang mana memprediksi di mana dan kapan peristiwa ini akan terjadi. Jadi mengapa rotasi bumi melambat? Hal ini karena sesuatu yang disebut pasang surut yang pada dasarnya berarti ada tarikan pasang surut pada Bulan bertindak seperti satelit di world kita.Salah satu faktor dari hal ini adalah bahwa zaman es memperlambat rotasi world dengan membekukan semua atmosphere di kutub, menyebabkan world ini melambat.

sciencealert.comSetelah kembali selama hampir 3.000 tahun, tim menunjukkan bahwa world tidak benar-benar telah melambat sebanyak yang diperkirakan sebelumnya hanya 1,8 milidetik per abad, bukan 2,3 milidetik. Penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam Proceedings of a Royal Society A yang dilansir dari Sciencealert, Kamis (08/12/2016).


More about ...