BMKG : besok Planet Merkurius melewati matahari

Kupang (ANTARA News) – Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas we Kupang Hasanuddin mengatakan setelah 8 Nov 2006, besok Senin, 9 Mei 2016 selama tujuh jam Planet Merkurius akan berorbit dan movement melewati Matahari sebagai fenomena alam yang tergolong langka.

“Fenomena langka itu pernah terjadi pada 2006, butuh waktu sekitar 10 tahun untuk menyaksikan fenomena alam ini dimana Planet Merkurius memiliki periode circuit selama 88 hari, sehingga menjadi pengorbit tercepat di tata surya,” katanya kepada Antara di Kupang, Minggu.

Peristiwa ini katanya akan sangat jelas dilihat di Amerika dan Eropa Barat, beberapa wilayah di Afrika, serta sebagian wilayah Asia.

Di Indonesia, masyarakat bisa melihat titik kecil berwarna hitam melewati matahari pada pukul 11:12 – 18:42 WIB.

Untuk melihatnya, kata dia bisa menggunakan filter yang sama seperti yang digunakan untuk menonton gerhana matahari sum beberapa bulan lalu.

“Cahaya yang terpancar saat gerhana matahari sum dapat merusak retina mata permanen hingga penglihatan menjadi bengkok. Kerusakan itu karena adanya titik hitam di bagian tengah retina mata,” katanya

Merkurius katanya memiliki periode circuit selama 88 hari, sehingga menjadi pengorbit tercepat di tata surya.

“Peristiwa ketika Merkurius melintasi piringan Matahari, mirip dengan peristiwa gerhana matahari yang tertutup oleh bulan sehingga sebagian atau seluruh cahaya Matahari jadi terhalang,” katanya.

Untuk gerhana matahari oleh bulan, matahari- bulan- bumi akan mengalami kesejajaran dengan bulan berada di antara matahari dan bumi.

Peristiwa serupa juga terjadi saat movement Merkurius. Di mana matahari, Merkurius dan bumi mengalami kesejajaran dengan Merkurius berada di antara bumi dan matahari. Akibatnya Merkurius akan menghalangi sebagian cahaya Matahari untuk sampai di Bumi.

“Meskipun ukuran Merkurius sedikit lebih besar dari bulan, namun jaraknya yang jauh dari bumi menyebabkan penduduk bumi hanya akan melihat Merkurius seperti noktah kecil yang melintasi matahari selama kurang lebih 7,5 jam,” katanya.

Bahkan jika dibanding movement Venus, world Merkurius hanya akan tampak 1/5 dari Venus saat melintas matahari.

“Sama seperti movement Venus, movement Merkurius juga cukup langka. Dalam seratus tahun kita hanya bisa menikmati 13 kali transit. Masih lebih sering dibanding movement Venus yang hanya 2 kali dalam interlude 8 tahun setiap 100 tahun,” katanya.

Transit Merkurius sebelum 9 Mei 2016 terjadi pada 8 Nov 2006 dan movement berikutnya akan terjadi 11 Nov 2019.

Meskipun Merkurius mengorbit Matahari setiap 88 hari, tidak setiap saat kita bisa melihat movement Merkurius.

“Ada kalanya Merkurius berada di atas atau di bawah bidang circuit Bumi. Transit hanya terjadi saat Merkurius berada di titik simpul atau perpotongan antara circuit Bumi dan circuit Merkurius atau ketika Merkurius berada sejajar dengan Bumi dan Matahari,” katanya.

Transit Merkurius pada umumnya terjadi pada kisaran tanggal 8 Mei dan 10 Nov saat world tersebut melintasi titik simpul perpotongan bidang ekliptika dan orbitnya setiap tahun.

“Jika Merkurius berada pada titik simpul dan mengalami kesejajaran dengan bumi, maka terjadilah transit. Kita juga bisa memprediksi kapan movement Merkurius terjadi. Transit di bulan Mei hanya terjadi setiap 13 atau 33 tahun sekali. Sedangkan movement merkurius di bulan Nov bisa terjadi setiap 7, 13 atau 33 tahun sekali,” katanya.

Saat movement Merkurius katanya terjadi di bulan Mei, world terdekat dengan Matahari ini sedang berada di titik aphelion atau titik terjauhnya dari Matahari. Pada saat itu, piringan world Merkurius akan memiliki hole sudut 12 detik busur.

Transit bulan Mei terjadi saat Merkurius sedang berada di titik turun atau bergerak dari utara ke selatan di orbitnya.

Sedangkan pada saat movement terjadi di bulan November, Merkurius sedang berada di perihelion, atau titik terdekat dengan Matahari dan menanjak dari selatan ke utara. Saat movement bulan November, hole sudut piringan merkurius akan tampak sedikit lebih kecil dibanding movement bulan Mei yakni 10 detik busur.

Frekuensi terjadinya movement Merkurius di bulan Mei hanya setengah dari movement di bulan November.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2016

More about ...