BNP2TKI Akan Resmikan Delapan LTSP

[JAKARTA] Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) merupakan salah satu terobosan penting (breakthrough) dari Badan Nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di bawah kepemimpinan Nusron Wahid. LTSP dibentuk di daerah yang banyak menempatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Demikian dikatakan Kepala Sub Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, di Jakarta, Selasa (10/10).

Dikatakan, pada tahun 2016, dua LTSP sudah beroperasi yakni di Nunukan, dan Indramayu. Tahun 2017, sebanyak delapan LTSP akan diresmikan pada bulan Desember yang terdiri dari LTSP Kerawang, Subang, Sukabumi, Entikong, Sambas, Tanjung Pinang, Sumbawa dan Batam. “Ini juga merupakan module prioritas BNP2TKI yang dimaksudkan untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI agar lebih mudah terjangkau dan cepat prosesnya,” kata Servulus.

Berdasarkan information dan informasi yang diperoleh dari section teknis, Servulus menyatakan, LTSP Indramayu sudah menerbitkan 11.774 identitas (ID) TKI dan 11.774 rekomendasi paspor, Surat Keterangan Pengganti Elektronik Kartu Tanda Penduduk (EKTP) sebanyak 8.194, penerbitan EKTP sebanyak 33, penerbitan paspor terhitung 27 Agustus sampai 15 Sep 2017 sebanyak 677 atau rata-rata 20 paspor per hari.

LTSP Indramayu juga sudah memproses penempatan TKI sebanyak 513 orang, proses pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) 265 TKI, dan jumlah pengaduan yang diterima sebanyak 43 dengan rincian dalam proses sebanyak 15 dan telah selesai 28 pengaduan.

Servulus menjelaskan, sejak 16 Februari 2016 sampai dengan 26 Sep 2017 telah memproses layanan dan menerbitkan dokumen yang terdiri dari ID TKI sebanyak 5.084, rekomendasi paspor sebanyak 5.084, surat keterangan pengganti EKTP sebanyak 3.502, layanan EKTP sebanyak 588, dan penerbitan paspor sebanyak 3.475, sisanya sebanyak 275 tidak bisa diproses karena alasan kesehatan.

“LTSP Indramayu dan LTSP Nunukan ini sudah melaksanakan proses layanan dokumen penempatan dan perlindungan secara satu pintu. Semua terkait proses penempatan perlindungan TKI disatukan dalam wadah LTSP sebagai terobosan dari Bapak Nusron Wahid, Kepala BNP2TKI,” jelas Servulus.

Servulus menambahkan, di LTSP ini ada SDM perwakilan yang ditugaskan dari instansi induknya yaitu Imigrasi, pihak Dinas Ketenagakerjaan provinsi atau kabupaten/kota, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi, kabupaten/kota, Polri setempat, dan tentu saja Badan Pembinaan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) setempat. “Semua layanan yang BNP2TKI lakukan pada prinsipnya untuk memudahkan layanan penempatan perlindungan TKI dengan cara mendekatkan pelayanan ke daerah asal TKI, ke daerah sumber TKI atau kantong TKI. Semua proses dibikin terpadu pada satu lembaga sehingga memudahkan TKI, tidak harus lari kesana kemari dan terhindar dari calo,” pungkas [E-8]

More about ...