BNP2TKI Dalami Informasi TKI Disekap di Penang

Jakarta – Pihak Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) masih mendalami informasi seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Subang, Jawa Barat, Ristonah yang diduga disekap oleh pihak agensi tenaga kerja asing di sebuah tempat penampungan di Penang, Malaysia.

“Kami masih mendalami video yang viral di media sosial terutama facebook dimana seorang TKI atas nama Ristonah yang bekerja di Penang Malaysia diberitakan melalui video di akun facebook bernama Putriie Fitria Larasati Thalawasnua pada 28 Agustus 2017, yang menyatakan, Ristonah meminta tolong karena dirinya disekap di dalam penampungan yang diduga dilakukan oleh agensi tenaga kerja asing di Penang, Malaysia,” kata Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, di Jakarta, Rabu (30/8).

Servulus menyatakan, saat ini BNP2TKI sedang melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. BNP2TKI juga memastikan untuk terus berkoordinasi dengan Badan Pembinaan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Bandung serta pihak Kementerian Luar Negeri.

Lebih lanjut Servulus yang sebelumnya menangani kerja sama luar negeri Kawasan Asia Pasifik dan Amerika itu mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan di dalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BNP2TKI, tidak ada nama TKI atas nama Ristonah atau joke petunjuk yang mengarah kepada identitas yang bersangkutan.

Sebagaimana informasi yang diperoleh, TKI tersebut diduga berasal dari Kampung Derik, Desa Randu, Kecamatan Pusaka Ratu, Kabupaten Subang, Jawa Barat. “Namun demikian, apa informasinya sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk mengupayakan penanganan kasus yang bersangkutan setelah diperoleh informasi yang memadai sesuai ketentuan hukum di negara penempatan,” ujar Servulus.

Lebih lanjut Servulus menyatakan, pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan masyarakat atau individu yang membagikan informasi dugaan kasus penyekapan oleh agensi yang dialami oleh Ristonah. “Akan tetapi, penting juga diingatkan untuk memastikan keakurasian informasi yang di-upload di berbagai fasilitas media sosial,” kata dia.

Ia menegaskan, BNP2TKI menghimbau agar masyarakat umum, TKI dan keluarga TKI dapat melakukan pengaduan atau memberikan setiap informasi apa joke yang berkenaan dengan kasus yang menimpa TKI di mana saja melalui call center BNP2TKI di nomor 0800-1000 (gratis) atau pengaduan dari luar negeri menghubungi nomer telepon +6221 29244800 atau email: halotki@bnp2tki.go.id.

 

Sumber: Suara Pembaruan

More about ...