BNP2TKI Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Santi Simbolon

Jakarta– Kepala Bagian Humas Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Servulus Bobo Riti, BNP2TKI terus memonitor dan mengawal proses hukum yang sedang berjalan di Malaysia atas kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) almarhumah Santi Restauli Simbolon (25). Servulus menyatakan salah satu medianya dengan terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intens dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang yang bekerja sama dengan otoritas Malaysia.

“Kita semua merasa kehilangan yang mendalam atas kematian satu orang WNI yang bekerja sebagai PMI di Penang. Melalui Pak Shahrum, Kepala Badan Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan, bahwa Bapak Nusron Wahid menyampaikan rasa duka cita mendalamnya kepada keluarga korban seraya menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memantau dan berkomunikasi secara aktif dengan pejabat di KJRI Penang untuk mendapatkan informasi atas setiap perkembangan proses hukum sesuai sistem hukum Malaysia,” ujar Servulus Bobo Riti, Sabtu (17/3).

Lebih lanjut, Servulus menyatakan, Santi Simbolon diduga tewas dibunuh teman prianya. Sejauh ini polisi telah menangkap dua pria, sementara seorang pria lainnya bernama Sandip Gurung (27), yang berasal dari Nepal, terus diburu otoritas Malaysia.
Sesuai information informasi yang diperoleh dari BP3TKI Medan, Santi adalah PMI dengan proses keberangkatan resmi (legal). Almarhumah berasal dari Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. “Jadi, almarhumah ini dipastikan sebagai PMI resmi yang masuk dan bekerja di Malaysia. Dia diberangkatkan oleh Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) pada 2015,” tegas Servulus.

Sebagaimana berita yang sudah berkembang luas di berbagai media, Santi ditemukan tewas di dalam lemari pakaian di sebuah kamar apartemen di Paya Terubong, George Town, Penang, Malaysia. Jasadnya ditemukan teman kamarnya yang mencium bau menyengat dari kamar yang terkunci.

“Sudah dilakukan pemulangan ke Medan dengan pejabat pendamping dari KJRI Penang, Ibu Neny. Sudah dilakukan proses serah terima jenasah dari pemerintah melalui KJRI Penang dan BP3TKI Medan kepada orang tua korban Bapak Binter Simbolon Kamis (15/3),” tutur Servulus.

Servulus menegaskan, negara menjamin perlindungan hukum setiap PMI yang bekerja di luar negeri. “Namun demikian, kami juga mengimbau para PMI untuk tetap fokus pada tujuan mereka bekerja di negara penempatan, dan menjauhkan diri dari potensi masalah hukum yang dapat menimpa mereka,” pungkas Servulus.


More about ...