BNP2TKI Kirim 560 TKI Formal ke Luar Negeri

Jakarta-Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, melepas 560 calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) yang telah ditingkatkan keahlian mereka (upgrading skill) ke luar negeri secara simbolis di Jakarta, Jumat (6/10).

Saat itu, Nusron didampingi Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, BNP2TKI, Elia Rosalina.
Dalam sambutannya, Nusron Wahid mengatakan, kemampuan kerja (hardskill) tenaga kerja dari Indonesia sudah baik dan terkenal di tingkat dunia. Namun, selalu kalah dari sisi softskill yaitu kemampuan bahasanya. Untuk itu, perlu dipersiapkan dengan matang sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

“Ada tiga sektor di mana TKI banyak dicari karena kehandalannya, yakni sektor perawat dan hospitality yang handal karena keramahannya, lalu welder atau ahli pengelasan karena kecakapan kerjanya” ungkap Nusron.

Dalam kegiatan pelepasan CTKI lulusan upgrading skill TKI ke luar negeri, dari 560 CTKI telah menyelesaikan kegiatan upgrading skill yang dilaksanakan oleh BNP2TKI itu, sebanyak 259 CTKI yang ditingkatkan kemampuan teknisnya serta 301 CTKI yang ditingkatkan kemampuan bahasanya.

Kemudian, untuk sektor prioritasnya terdiri dari sektor kesehatan sebanyak 53 CTKI, dengan dua CTKI dalam proses keberangkatan ke Saudi Arabia dan Kuwait, dan tiga CTKI perawat telah bekerja di RS Dr Sulaiman Al Habib Medical Grup, Saudi Arabia, untuk sektor hospitality sebanyak 342 CTKI kemudian sektor manufaktur sebanyak 145 CTKI dan sektor welder sebanyak 20 CTKI ditingkatkan kemampuan teknisnya.

Lebih lanjut, untuk sektor hospitality di kapal pesiar (Sea Based) dengan tujuan Amerika Serikat dan Eropa, sebanyak 56 CTKI telah berangkat bekerja di kapal pesiar melalui BP3TKI Denpasar. Untuk jabatan Chef sebanyak 20 CTKI sudah diberangkatkan bekerja di restoran grup Marivale, Sydney Australia dan tiga CTKI di restoran grup Trippas, Sydney Australia, lalu sebanyak enam belas orang telah diberangkatkan untuk bekerja di restoran Cibiuk Malaysia, pada 12 Agustus dan 9 Oktober 2017 yang lalu melalui BP3TKI Bandung.

BNP2TKI di tahun 2017 menargetkan sebanyak 1.735 CTKI ditingkatkan kemampuan teknis (1.034 CTKI) dan bahasanya 701 CTKI, melalui module upgrading skill. Sejumlah 560 peserta telah selesai mengikuti upgrading skill, lebih kurang 20% telah berangkat ke negara penempatan dan bekerja di sektor grave yaitu rumah sakit, hotel, restoran, dan kapal pesiar, sementara sisanya masih dalam proses dokumen penempatan.

Lalu, CTKI yang sedang dan akan mengikuti upgrading skill sisanya sebanyak 1.175 orang dengan komposisi 775 CTKI akan ditingkatkan kemampuan teknisnya dan sebanyak 400 CTKI akan ditingkatkan kemampuan bahasanya melalui kegiatan upgrading skill BNP2TKI.

Sementara itu, Kabag Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti mengatakan, upgrading skill adalah module prioritas BNP2TKI untuk memastikan kesiapan teknis dan bahasa dari calon TKI. “Ini merupakan module prioritas dari Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, yang menaruh perhatian besar agar calon TKI memiliki daya saing untuk sektor formal, terutama di negara-negara tujuan penempatan yang non tradisional seperti Australia” ungkap Servulus

 




Sumber: Suara Pembaruan

More about ...