BNP2TKI Kukuhkan Community Organizer Program Pemberdayaan KKBM di Bangka

AnsorNews.com, BATANG – Deputi Perlindungan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono bersama Bupati Batang, Wihaji, S.Ag, M.Pd, mengukuhkan Community Organizer Se-Jawa Tengah di Desa Rejosari Timur, Kabupaten Batang sebagai tindaklanjut dari penetapan 19 (sembilan belas) Desa TKI penyelenggara Program Pemberdayaan Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) se-Indonesia yang meliputi propinsi Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan NTT.

Pemberdayaan Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) bertujuan untuk memberikan perlindungan, pelayanan informasi kerja luar negeri, pencegahan penempatan TKI Nonprosedural, dan peningkatan kesejahteraan TKI beserta keluarganya.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan module ini ditetapkan section informasi dan advokasi TKI serta section usaha ekonomi berbasis keluarga, dan kelompok TKI yang dilaksanakan di desa-desa TKI melalui Community Organizer ini, ungkap Teguh.

“Dalam hal peningkatan kesejahteraan TKI beserta keluarganya, kami memiliki module 5.000 (lima ribu) orang yang akan ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi.” ucapnya, Kamis (28/07/2017)

“Kegiatan ini dilakukan, salah satu tujuannya yakni agar TKI sekembalinya ke Indonesia, tidak bekerja kembali ke luar negeri. Kami akan selaku pemerintah akan selalu membimbing dan mendampingi” ungkap Teguh yang merupakan mantan Atase Ketenagakerjaan di Malaysia.

Pengukuhan Community Organizer berbarengan dengan kegiatan pemberdayaan pelatihan kewirausahaan bagi 100 orang TKI Purna dan keluarga yang dilaksanakan dari 24 s.d 29 Juli 2017 di balai Desa Rejosari Timur dengan pengembangan kewirausahaan produksi Emping rendah purin yang bebas asam urat dan ternak kelinci. Pengukuhan dilakukan oleh Deputi Perlindungan bersama Bupati Batang dengan menyematkan rompi dan topi kepada para pembimbing Community Organizer.

Bupati Batang, Wihaji S.Ag, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas ide dan inovasi serta semangat dari BNP2TKI, “Semoga dari kegiatan ini bisa menumbuhkan kreasi-kreasi baru dan supaya jangan jadi TKI lagi” ucapnya.

“Program ini semoga berjalan mulus, dan kedepannya untuk kegiatan pemberdayaan TKI Purna dan Keluarganya supaya bisa sustainable, dan memperoleh keuntungan, inilah yang menjadi harapan Kepala Daerah supaya setelah dilatih, masyarakat bisa mendapatkan pendapatan dan penghasilan, juga ada yang membeli produk hasilnya, itu yang nanti jadi tugas saya. Lalu untuk permodalan saya akan minta BPD untuk mensupportnya.” ungkap Bupati Batang, Wihaji, yang disambut riuh tepuk tangan para TKI Purna dan keluarga.

Lebih lanjut, Bupati Batang mengatakan bahwa Program KKBM dari BNP2TKI yang didalamnya ada pemberdayaan bagi TKI Purna ini selaras dan sejalan dengan module Bupati untuk mencetak 1.000 (seribu) wirausaha baru di Batang, dan akan tercipta termasuk dari kegiatan ini.

“Program dari pemerintah pusat ini bagus dan akan ditangkap dan dilanjutkan oleh daerah. Saya minta perkembangan pertemuan ini supaya terus didata oleh Disnaker dan dilaporkan. Dan untuk produk-produk hasil TKI Purna Batang akan saya jajakan di ruang tamu Bupati” ungkap Wihaji yang merupakan cucu dari salah satu Abdi Dalem Mangkunegaraan Solo ini.

Pengukuhan juga ditandai di akhir kegiatan dengan penanaman pohon di halaman Balai Desa Rejosari, oleh Deputi Perlindungan dan Bupati Batang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, Rohyati Sarosa, SH, MH, Kepala BP3TKI Semarang, Suparjo, SH, serta dari Dinas dan aparat terkait daerah.