BNP2TKI Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI di Sambas, Ini Alasannya…

sosialisasi TKI
Deputi Bidang Penempatan, BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono (kedua dari kiri) berfoto bersama Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili (tengah) dan jajaran. -Foto: BP3TKI Pontianak-

NETIZEN.media-Deputi Bidang Penempatan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Teguh Hendro Cahyono terjun langsung ke Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat untuk mensosialisasikan ihwal Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Berdasarkan press release yang disampaikan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Rabu (11/04/2018) dipilihnya Kabupaten Sambas sebagai lokasi sosialisasi, lantaran daerah ini pale banyak mengirim TKI di Kalbar.

Dalam sosialisasi yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Senin (09/04/2018) tersebut, Teguh yang bertindak sebagai keynote speech menyampaikan peran penting Pemerintahan Desa (Pemdes) dalam penempatan TKI ke luar negeri, dari sebelum berangkat hingga pulang ke kampung halaman.

Teguh meminta Kepala Desa (Kades) sebagai perpanjangan tangan untuk lebih mengintensifkan sosialisasi dan membangun basement information calon TKI. “Mulai dari memfasilitasi proses kelengkapan dokumen, pemantauan pemberangkatan dan pemulangan, serta pemberdayaan setelah TKI kembali ke daerah asalnya,” katanya.

Undang Deputi BNP2TKI, Bupati Atbah: Untuk…

27 PMI Bermasalah Dipulangkan dari Kuwait

Polda Kalbar Ringkus 15 Pedagang Manusia dan…

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sambas, Zaenal Abidin menilai, sangat penting untuk menyimak penjelasan terkait kewenangan Pemdes terkait TKI ini.

“UU 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia telah mengamanatkan kewenangan yang besar bagi Pemdes. Sehingga seyogianya, Pemdes menjalankan dengan baik kewenangan tersebut,” kata Zaenal.

Sosialisasi ini, jelas Zaenal, untuk memberikan pemahaman yang lebih konfrehensif kepada segenap jajaran Pemdes di Kabupaten Sambas, perihal penempatan dan perlindungan TKI.

Setelah mengikuti sosialisasi ini, jajaran Pemdes diharapkan meneruskannya ke Kepala Dusun, RT/RW dan masyarakat. “Sehingga nantinya akan muncul pemahaman yang jelas dan sesuai terkait prosedur penempatan dan perlindungan TKI,” papar Zaenal.

Seperti diketahui, berdasarkan information BP3TKI Pontianak, dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalbar, Kabupaten Sambas yang pale banyak mengirim tenaga kerja ke luar negeri, mencapai 678 TKI sepanjang 2017, dan 336 TKI kurun Januari hingga Maret 2018. (N6)

More about ...