BNP2TKI Wujudkan Sulsel Pusat Pelayanan PMI di Kawasan Sulampua

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bersama Provinsi Sulawesi Selatan mewujudkan Sulsel sebagai pusat pelayanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terintegrasi di Kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

Sekretaris Utama BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak menyatakan, rencana pengembangan layanan PMI ini merupakan tindak lanjut MoU antara Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keungan (OJK), Kemenaker dan BNP2TKI.

“Sulsel berpotensi menjadi one stop use untuk layanan Penempatan PMI dan Pemulangan PMI. Layanan tersebut untuk melindungi keselamatan fisik dan kepastian melanjutkan hidup PMI Deportasi dan PMI non Prosedural,” ujar Tatang saat rapat Koordinasi dengan Pemprov Sulsel bersama Perwakilan BI Sulsel di Makasar, (17/10).

Turut hadir dalam rapat tersebut Deputi Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono, Kepala Perwakilan BI Sulsel Bambang Kusmiarso, Sekda Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo, Koordinator Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Sulsel Yusran Yusuf.

Tatang mengatakan, layanan ini dapat bermanfaat pada peningkatan penerimaan devisa, serta meningkatkan layanan dan perlindungan PMI yang bekerja di luar negeri. BNP2TKI mendorong Sulsel sebagai pusat layanan PMI di kawasan timur Indonesia dan memberikan kesempatan kerja untuk menurunkan angka kemiskinan dan penggangguran.

Adapun layanan one stop use meliputi Penyiapan Kompetensi, Layanan Administrasi PMI Prosedural, Penyediaan Agen Kredibel, Layanan Administrasi dan Transportasi Program serta Pengembangan pusat pembedayaan PMI terintegrasi di kawasan Indonesia Timur.
Ia menambahkan, kedepannya PMI asal Sulsel akan diarahkan untuk menjadi tenaga kerja yang terdidik antara lain dengan sekolah vokasi dan diharapkan masuk ke Malaysia melalui Batam. Mereka bisa bekerja pada sektor Formal Industri di Penang, Singapura dan Kuala Lumpur agar, lebih terjamin dan kepastian kontrak kerja dengan Perusahaan.

Terkait rencana tersebut, Pemerintah Provinsi Sulsel akan melakukan 5 terobosan yaitu:

1. Etalase bursa tenaga kerja luar negeri dan dalam negeri, yang merupakan suatu module membangun infrastruktur sistem informasi dan database lowongan kerja dalam dan luar negeri. Diharapkan melalui module ini, terbangun media bertemunya antara lowongan pekerjaan dan calon PMI.

2. Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), yang merupakan suatu module yang mengintegrasikan 5 fungsi layanan dokumen penempatan TKI dari sebelumnya membutuhkan 2-3 bulan, menjadi 5 hari dan dari sebelumnya harus dilakukan di 5 kantor terpisah, diharapkan akan dilayani dalam 1 kantor.

3. Program percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI, yang merupakan suatu module dalam rangka memperkuat kekuatan finansial calon PMI yang akan berangkat melalui penyediaan kredit yang murah sehingga tidak terjebak pada rentener dan calo.

More about ...