Buntut Demo Sopir Taksi, Ditreskrimum Terus Periksa Dua Operator

JAKARTA – Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti menyebut, taksi dari perusahaan Blue Bird dan Ekspress menjadi yang pale dominan dalam unjuk rasa sopir taksi, yang sempat ricuh, beberapa waktu lalu.

“Ada dua pihak pale dominan dari Blue Bird dan Ekspress,” kata Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Ia mengaku, pemeriksaan kedua belah pihak terus berjalan hingga saat ini. Salah satunya adalah satu orang dari pihak Blue Bird yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum.

“Yang lainnya masih didalami penyelidikan apakah ada pihak-pihak dari sebelah sana (Ekspress) yang melakukan pelanggaran, nah yang sebelah sini sedang didalami juga, tapi semua jalan. Berimbang, proporsional semua pihak tertentu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, aksi kemarin yang membuat ketakutan di tengah masyarakat tidak boleh terjadi seperti itu,” tegasnya.

Ke depan, pihaknya juga akan memeriksa koordinator aksi, namun tak semuanya akan diperiksa, sebab penyelidikan kepolisian mengerucut terhadap siapa yang berbuat pelanggaran-pelanggaran.

“Koordinator itu kami mintai pertanggungjawaban, kami runut peristiwanya, anda bertanggungjawab tentang unjuk rasa itu. Gimana, bagaimana cara mengelola surat tanda terima pelaporan tentang unjuk rasa, kemudian bagaimana mereka menggerakan, terus nanti baru masuk mengapa sampai terjadi kerusuhan,” tandasnya.

More about ...