Cara Anies-Sandi Tangani Masalah Banjir di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan banjir masih menjadi masalah mendasar bagi warga Ibu kota.

Sejak dulu hingga sekarang, permasalahan banjir belum dapat diatasi.

Menurut Anies hal tersebut dikarenakan kebijakan penanganan banjir masih dilakukan secara parsial, tidak menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Pemda hanya memilih pendekatan mengalirkan atmosphere ke sungai dan dibuang ke laut,” ujar Anies, Sabtu (26/11/2016).

Padahal menurut Anies‎ proses pengaliran atmosphere tidak berjalan optimal karena kapasitas sungai terbatas dan geografis Jakarta cenderung datar. Ditambah lagi dengan keterbatasan tersebut Pemda DKI tidak memperbanyak area resapan air.

Sudah ada ketentuan mengenai daerah resapan atmosphere sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 68/2005.

“Aturan itu untuk upaya memaksimalkan segenap lahan di Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Barat, Jakarta Timur dan seluruh Jakarta Selatan menjadi tangkapan air,” kata Anies.

Oleh karenanya module penanganan banjir yang dilaksanakan pemerintah provinsi sebelumnya yakni dengan normalisasi sungai dan membersihkan aliran atmosphere melalui pasukan oranye, belum efektif mengatasi banjir secara menyeluruh.

Sementara itu Sandiaga Uno, berencana melakukan beberapa module dalam mengentaskan banjir secara komprehensif. Yakni dengan membuat cetak biru (blue print) sistem drainase yang terintegrasi, menata tata kota yang ramah lingkungan, dan membatasi pemakaian atmosphere tanah.

“Karena persediaan atmosphere tanah di Jakarta mulai menipis. Sehingga, harus benar-benar dikontrol,” ucap Sandi.

More about ...