Cepat Tanggap, BNP2TKI dan KJRI Jeddah Tangani Kasus TKI Nenih

JAKARTA,  SiaranDepok.com – Mulai 13 – 14 Agustus 2017 di media sosial viral foto kasus TKI Nenih Rusmini binti Eman asal Kampung Pasir Pogor, RT.09/RW.02, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengambil langkah cepat melakukan koordinasi penanganan kasus.

Langkah cepat awal, komunikasi dan koordinasi dengan KJRI Jeddah didapatkan informasi bahwa KJRI Jeddah telah berhasil menghubungi nomor yang tercantum di media sosial tersebut. Namun nomor tersebut bukan milik Nenih. Pemilik nomor adalah seorang perempuan Arab yang tidak bersedia disebutkan identitasnya. Perempuan Arab tersebut hanya menyampaikan apabila dirinya pernah melihat Nenih sekitar 6 (enam) bulan yang lalu dalam kondisi seperti foto yang beredar di media sosial.

“Hal ini mengindikasikan sepertinya peristiwa penganiayaan terjadi beberapa bulan yang lalu. Menurutnya kemungkinan kondisinya saat ini sudah lebih baik. Namun demikian, perempuan Arab tersebut tidak mengetahui kondisi pasti saat ini,” katanya, melalui rilis pers BNP2TKI.

Perempuan Arab yang identitasnya tidak mau diungkap dipublik juga menyampaikan jika dirinya bukan majikan ataupun keluarga majikan. Dikatakan, ia hanya sekedar membantu menginformasikan perihal Nenih kepada keluarganya di Indonesia sebagai bentuk kepedulian saja. Diungkapkan KJRI Jeddah melalui rilis pers BNP2TKI, rencana pemulangan Nenih setelah musim Haji.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, KJRI Jeddah telah menugaskan anggota satgas di kota Taif guna mencari informasi tentang keberadaan Nenih mengingat informasi yang ada saat ini masih terbatas. Keterangan dari wanita arab pemilik nomor juga masih perlu didalami lebih lanjut,” dijelaskan KJRI Jeddah.

Ditegaskan, KJRI Jeddah akan segera melakukan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan untuk menyelamatkan Nenih termasuk memperjuangkan hak-haknya dan penuntutan kepada pihak yang melakukan penganiayaan. KJRI Jeddah juga akan melaporkan kasus ini kepada otoritas Arab Saudi apabila telah memperoleh informasi lebih lengkap mengenai keberadaan Nenih dan majikannya.

“Disamping itu, Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Sukabumi sebagai section pelayanan teknis dari BNP2TKI didaerah telah mengadakan pertemuan pada Senin (14/08/17) dengan Disnakertrans, perangkat desa Cicantayan, pihak keluarga, P2TP2A dan SBMI di kantor Disnakertrans Sukabumi guna mendapatkan informasi lebih lengkap terkait keberadaan Nenih di Arab Saudi,” pungkas rilis BNP2TKI.

Melalui informasi yang diungkapkan di publik, BNP2TKI  mengapresiasi peran masyarakat,  termasuk LSM, sehingga membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan permasalahan yang dihadapi oleh Nenih. Pun ada perkembangan informasi, selanjutnya dapat disampaikan pada Call Center BNP2TKI 0800-1000 (bagi keluarga TKI di Indonesia) atau telepon dari luar negeri: +6221 29244800, atau menghubungi langsung di nomor WA atau sms ke nomor  +6281285014281

More about ...