Datangi Keluarga Deddy Dores Minta Restu….

Musisi comparison Deddy Dores saat menghadiri acara Atlet Nasional Mendaulat Adhyaksa Dault menuju DKI 1 sebagai calon Gubernur DKI periode 2017-2022 di Jakarta, Jumat (9/10). Adhyaksa mendapat dukungan juga dari teman-teman musisi dan artis. Foto: Ricardo/JPNN.com Ilustrasi by: Ricardo/JPNN.com

KETOKOHAN artis Tanah Air di jagad hiburan Negeri Jiran Malaysia tak diragukan lagi. Salah satunya adalah almarhum musisi Deddy Dores.

Artis dan penyanyi asal Malaysia Rahmad Mega sengaja datang ke Indonesia untuk menemui keluarga almarhum Deddy Dores. Kedatangannya tidak lain untuk meminta restu terkait plan terbarunya.

Rahmad diketahui akan membawakan lagu Deddy berjudul Sajadah Ka’bah. Dia berencana menggunakan rekaman suara Deddy di lagu itu untuk menimbulkan kesan duet.

”Hari ini kami datang untuk silaturahmi dengan keluarga almarhum Deddy Dores,” ujar Rahmad Mega saat ditemui di kediaman Alm Deddy dores di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Bantun, belum lama ini.

Rahmad mengaku kedatangannya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dirinya berharap dengan restu dari keluarga almarhum dirinya bisa tenang melantunkan lagu tersebut.

”Sebagai sesame manusia silaturahmi itu sangat penting, dan dengan silaturahmi ini kita semua berharap bisa dengan tenang berkarya,” paparnya.

Dan lagi singular tersebut merupakan salah satu mimpi yang menjadi kenyataan dimana. Dirinya bisa berduet dengan idolanya.

Beberapa lagu karya almarhum sempat dinyanyikannya saat tampil di Malaysia. Di antaranya lagu Mendung Tak Berarti Hujan dan Jangan Pisahkan.

“Lagu itu sering saya nyanyikan saat off atmosphere di Malaysia,” ungkap Rahmad.
Karenanya saat mendapat kesempatan untuk berduet dengan almarhum dirinya sangat antusias. Apalagi lagu tersebut bergenre religi.

“Lagu ini punya pesan yang sangat kuat, karena memuji kebesaran rumah Allah,” ujarnya.

Lagu tersebut, lanjut Rahmad akan dibawakan dengan nuansa yang berbeda mengingat karakter vokalnya berbeda dengan almarhum. Namun dia sudah merasa punya kecocokan dengan lagu tersebut.

“Setiap penyanyi punya melodi yang mereka inginkan. Ketika mendengar lagu ini, saya langsung suka. Jarang saya menyanyikan lagu yang cuma dua kali dengar dan langsung nyanyi,” tandasnya.

Hanya saja, penyanyi yang sempat tampil dengan irama musik Rock, Pop Rock, dan Slow Rock di Malaysia sempat berjuang keras mendapatkan chemistry dengan karakter almarhum.

”Itu seperti kolaborasi dengan dua dunia. Itu butuh jiwa yang lebuh halus dan dalam. Lagu itu konsepnya dakwah yang sangat halus, saya sendiri merinding menyanyikan lagu ini,” ceritanya.

Beruntungnya semua bisa dilakukan dengan mudah. ”Karena lagu ini konsep religi tentang perjalanan haji, jadi agak mudah saya untuk menghayati,” paparnya.

Sebelumnya, Cahaya Bunga Saragih, pencipta lagu Sajadah Ka’bah mengatakan video klip singular tersebut memang sempat tertunda.
”Dulu pakai penyanyi wanita, tapi hari ini saya ganti dengan penyanyi pria asal Malaysia,” katanya. (ash)