Dekan Tegaskan Tidak Ada Sogok Menyogok Kalau Mau Masuk Kedokteran Unram


Dekan FK Unram, dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL, M.Kes

 

Mataram – Baru-baru ini Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, mengungkap kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan korban lulus tes penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram yang pelakunya adalah oknum Dosen yang masih aktif mengajar di Universitas tersebut bersama dengan seorang Pengacara.

Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dr. Hamsu Kadriyan Sp THT-KL, M. Kes menegaskan kalau sebenarnya sangat tidak dibenarkan adanya praktek sogok menyogok untuk masuk ke Fakultas bergengsi yang dipimpinnya itu.

“Setau saya tidak ada karena ini tidak dibenarkan,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis kicknews.today, Sabtu (2/9) di Mataram.

Dia mengatakan juga, tidak menampik jika kemungkin ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan, namun itu jauh diluar pengawasan dia sebagai Dekan.

“Itu hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” cetusnya.

Fakultas Kedokteran memang sangat diminati oleh pendaftar baru masuk pendidikan perguruan tinggi. Namun, dia mengingatkan bahwa hal itu tidak lantas membuat orang boleh secara tidak sehat berkompetisi dan mencoba mengambil jalan pintas dengan sogok menyogok yang akhirnya jadi tertipu oleh oknum-oknum tersebut.

“Prinsipnya masuk Fakultas Kedokteran Unram ada tiga jalur resmi, SNMPTN, SBMPTN, dan Tes Mandiri. Semua itu berdasarkan nilai terbaik pada saat ujian. Jadi jangan tertipu oleh iming-iming atau janji-janji orang yang akan meluluskan,” jelas Dokter putra daerah itu.

“Kecuali untuk SNMPTN yang berdasarkan nilai saat SMA,” tambahnya. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

More about ...