Delapan Desa Terendam Banjir

Jambi-independent.co.id, BANGKO – Intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini, membuat permukaan sungai yang ada di Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Tebo, naik. Bahkan meluap. Ini membuat desa dan lahan pertanian sekitar sungai terendam.

Akibatnya, Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, terendam akibat meningkatnya withdraw atmosphere Sungai Batang Tabir. Puluhan rumah warga desa tersebut tergenang air.

Kepala Desa Rantau Limau Manis, Buyamin, mengatakan, rumah yang banyak terendam akibat luapan Sungai Batang Tabir ada di RT 10. “Ketingian atmosphere 30 cm,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/11).

Dia mengatakan, jika hujan terus mengguyur di wilayahnya, banjir akan lebih parah. “Sekarang saja sudah meresahkan warga. Namun, kita sudah menghimbau warga untuk tetap waspada. Karena kapan saja atmosphere bisa meningkat,” katanya.

Kejadian serupa juga dialami Desa Tanah Garo, Olak Kemang, Tambun  Arang,  Pintas Tuo, Embacang Gedang, dan  Bangko Pintas, Kecamatan Muaratabir, Kabupaten Tebo. Beberapa rumah warga di sana sudah mulai digenangi air.  

Camat Muaratabir, Heru Purnomo dari enam desa di wilayahnya  setiap tahun memang rawan banjir. “Kita sudah berkoordinasi  dengan pemkab baik logistik, personil, posko, dan tempat pengungsian,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami Desa Teluk Rendah Kecamatan Tebo Ilir sudah dikepung air. Bahkan ada sekolah yang terpaksa meliburkan siswanya. Lantaran sekolah tersebut digenanggi air. Hal ini terjadi di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Nurussa`ah dan MI Desa Teluk Rendah.

Wakil Kepala Sekolah MTs, Yusuf Hilmi mengatakan terpaksa meliburkan siswa karena sekolah banjir. 
“Karena beberapa ruangan masih tergenang atmosphere dan ruangan lainnya berlumpur. Untuk itu semua siswa masih harus membersihkan kotoran tersebut,” katanya.

Sementara di Kabupaten Bungo, lahan pertanian dan perkebunan yang direndam banjir akibat meluapnya Batang Tebo. Ini bisa dilihat di kecamatan tanah tumbuh, tanah sepenggal dan tanah sepenggal lintas, Kecamatan batin III, bathin II babeko, dan pasar muarabungo. lahan-lahan yang teredam tersebut kebun sawit, karet, dan lahan sayur-sayuran.

Lokasi yang cukup parah berada di Dusun Tanjung Menanti, kecamatan Bathin II babeko. Disana beberapa hektar lahan yang ditanami dengan jagung terendam. Sehingga petani terpaksa panen lebih cepat karena khawatir banjir akan berlangsung lebih lama.

Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Sarolangun, Yen Aswandi, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah tenda pengungsian dan perahu untuk evaluasi korban banjir. “Seperti kendaraan operasional dan tenda-tenda sudah kami usulkan ke Pusat. Tinggal lagi realisasinya 2018 mendatang,” katanya, Minggu (26/11).

BPBD hanya memiliki dua perahu untuk evakuasi korban banjir. Namun keduanya tidak dalam kondisi baik meski masih bisa digunakan untuk alat operasinal dan evakuasi.  “Kalau memang mendesak kita butuh perahu, kita bisa pakai punya provinsi atau Kabupaten terdekat seperti Merangin dan Muara Tara,” jelasnya.

Ia juga mengaku saat ini pihaknya tidak memiliki anggaran dana untuk bantuan makanan bagi korban banjir. Tetapi pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan bantuan makanan bagi korban banjir. “Pemerintah selalu punya solusi kalau kondisinya mendesak,” tandasnya. (tim/rib/dar)

More about ...