Demi utang, Destinasi Tirta jaminkan aset bus

JAKARTA. Alokasi dana belanja modal atau capital expenditure (capex) PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) tahun ini sebesar Rp 14,2 miliar. Komposisi pendanaannya terdiri dari 20% kas inner dan 80% pinjaman perbankan.

Mayoritas dana belanja tahun ini untuk peremajaan kendaraan train yang belum diganti sejak tahun 2010 lalu. “Aset yang dijaminkan untuk perbankan adalah armada baru itu nanti,” terang Ricky Setiawanto, Direktur Pengembangan Bisnis PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk, saat paparan publik, Senin (12/6).

Selain membeli bus, capex 2017 untuk membiayai pembukaan kantor operasional di Cengkareng Business City di Tangerang, Banten pada kuartal IV 2017. Tak cuma di dalam negeri, Destinasi Tirta juga akan membuka kantor di luar negeri.

Rencana lain, Destinasi Tirta akan belanja teknologi informasi (TI) dan piranti lunak. Saat bersamaan, perusahaan berkode saham PDES di BEI itu menjajaki peluang kerjasama dengan mitra bisnis yang masih dirahasiakan.

Yang terang, fokus layanan wisata Destinasi Tirta adalah liburan pantai, pelayaran, kuliner, perjalanan mewah, paket sauna dan kesehatan serta jadwal perjalanan khusus. Tak terkecuali, jasa meeting, incentive, gathering and exhibition (MICE).

Tahun lalu Destinasi Tirta mampu menggaet 150.000 wisatawan mancanegara alias wisman. Jumlah wisman itu naik 30,43% ketimbang tahun 2015, yakni 115.000.

Percaya tidak percaya, salah satu faktor pendorong jumlah wisman tahun lalu adalah fenomena gerhana matahari. Bahkan fenomena alam yang terjadi pada Maret 2016 itu menopang kinerja laba Destinasi Tirta pada kuartal we 2016.

Karena ada tontonan gerhana matahari itu, kinerja laba kuartal we 2016 lebih baik ketimbang kuartal we 2017. “Jadi bukan berarti pada tahun ini kinerja perseroan buruk, jika dibandingkan dengan tahun 2014 dan tahun 2015, justru terjadi kenaikan sedikit pada tahun 2017 ini,” kilah Ricky.

Mengintip kuartal we 2017, pendapatan Destinasi Tirta tumbuh 2,38% menjadi Rp 94,31 miliar. Namun laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyusut lebih dari 35 kali lipat, yakni menjadi Rp 81,42 juta.

Adapun tahun ini Destinasi Tirta menargetkan 180.000 wisman. Menurut catatan inner mereka, 40% dari aim wisman sudah terpenuhi dari Januari-Maret 2017.

Hingga akhir tahun 2017, Destinasi Tirta memproyeksikan pendapatan Rp 591 miliar. Kalau proyeksi itu menjadi kenyataan, pendapatan tahun ini tumbuh 17,46% dibandingkan pendapatan tahun lalu, yakni Rp 503,13 miliar.