Demo Sales Meikarta, Manajemen Anggap Aksi Tak Berdasar


Jakarta, CNN Indonesia — Direktur Informasi dan Komunikasi Publik PT Baladhika Karya Raharja Danang Kemayan Jati mengatakan tenaga pemasaran atau sales Meikarta merupakan mitra atau agen dan bukan merupakan karyawan pihaknya.

“Kami pastikan mereka bersifat agen, bukan karyawan, dan terkait gaji tentu akan kami jelaskan,” kata Danang dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (23/5).

Hal itu disampaikan menanggapi beredarnya video aksi demonstrasi sejumlah tenaga pemasaran Meikarta di laman media sosial. Sales Meikarta berdemo karena tak terima gaji Februari dan Maret tidak penuh pembayarannya.

PT Baladhika Karya Raharja (BKR) merupakan perusahaan bagian dari Lippo Group yang menangani megaproyek Meikarta. Danang mengatakan hitungan komisi untuk tenaga pemasaran berdasar pada jumlah penjualan unit.
 
“Jadi hubungan kemitraan didasarkan pada mutual relationship, dimana tenaga pemasaran akan mendapatkan komisi apabila berhasil melakukan penjualan produk, dan tidak mengenal skema gaji,” ucapnya.

Danang mengklaim pihaknya telah mengeluarkan komisi penjualan sesuai dengan perjanjian. Tuntutan melalui aksi itu dianggap perbuatan yang berpotensi merusak atau mencemarkan nama baik BKR.

“Terlebih tanpa disertai dengan bukti-bukti pendukung. Maka kami tentunya mempertimbangkan untuk melakukan tindakan hukum, apabila tenaga pemasaran tersebut tetap melakukan aksi yang tidak berdasar ini,” cetus Danang.

Mengenai permintaan gaji dan aim yang jelas, Danang menyebut hal itu kembali mengacu pada perjanjian kemitraan antara tenaga pemasaran dengan BKR. Ia memastikan perjanjian itu bukan hubungan hukum pemberi kerja dan karyawan.

“Sehingga pasti tidak ada skema gaji,” kata dia.

Soal aim penjualan, Danang mengatakan semuanya sudah jelas tercantum dalam perjanjian dan setiap rapat koordinasi yang dilakukan secara berkala.

“Dimana semua tenaga marketing ini wajib hadir sebagai mitra,” kata dia.
[Gambas:Youtube]
Dengan mengenakan setelan berwarna merah mencolok para tenaga pemasaran Meikarta membawa sejumlah alat peraga berupa print dengan berbagai tulisan.

Salah satu print berisi tulisan berupa tuntutan pemenuhan janji yang mesti diberikan pihak manajemen Meikarta seperti pesangon.

Aksi demonstrasi itu tersebar di media sosial.

“Kalian ingat pernah janji…kami tuntut hak kami, anak istri kami di rumah menunggu,” begitu kira-kira sepenggal suara tuntutan para demonstran kepada pihak manajemen Meikarta.

Salah seorang selling yang mengaku sebagai sales graduation organisation (SPG) di both Meikarta di Mall Palza Semanggi, Jakarta Pusat mengatakan memang sering terjadi selisih dan beda paham antara pihak manajemen pengelola dengan selling di lapangan.

Selain itu, selisih paham itu semakin kuat dengan tak tersedianya serikat pekerja yang mewadahi staf kontrak di Meikarta.

“Posisi kami kontrak, jatuh bangun sendiri, tak ada serikat pekerja yang mewadahi,” kata perempuan berusia 27 tahun.

Yuyun, bukan nama sebenarnya, mengakui demonstrasi itu kerap dilakukan. Tak hanya sekali dua kali, meski yang mengikuti joke tak banyak.

“Yang ikut yang sudah tak tahan, tapi kebanyakam kalau sudah tidak tahan kami pilih keluar. Angkatan saya yang bareng saya masuk itu pale tinggal dua sampe empat orang yang sisa, itu dari yang barengan saya masuk sepuluh orang,” kata Yuyun.

Dalam perjanjian kontrak, ujar dia, memang nampak menggiurkan, sales akan dapat sejumlah komisi dan reward dari setiap penjualan. Sayangnya tuntutan untuk menjual itu dinilai terlalu memberatkan.

Hal ini tak lepas dari bonus-bonus, terutama pada penjualan tahap pertama malah tak dicairkan dengan alasan untuk menutup kerugian.

“Pas awal bisa kami jual lima sampai tujuh section dalam tiga hari, sekarang satu section seminggu saja susah,” katanya.

“Intinya memang perusahaan juga banyak ingkar, reward kami banyak tak dicairkan, alasannya reward pertama untuk menutup kerugian saat ini karena kami banyak tak mencapai target,” ucap Yuyun.

Danang menyebut demonstrasi yang muncul di media sosial itu merupakan video lama. Dia justru menyebut video itu juga tak berdampak apa-apa.

Lagi pula, kata Danang, yang melakukan demonstrasi joke tak banyak, jumlahnya tak mencapai seratus. Sangat jauh jika dibandingkan dengan sales Meikarta yang jumlahnya mencapai 20 ribu orang.

“Marketing kami jumlahnya 20 ribu orang, yang demo tidak sampai 100 orang,” kata Danang.

Danang mengklaim, para pegawai yang ikut berdemo tersebut merupakan pegawai yang memang malas bekerja namun ingin mendapat komisi.

“Tidak kerja, tapi ingin dapat komisi,” kata Danang.

Meikarta adalah megaproyek yang berambisi menciptakan kota baru di jalur perlintasan kawasan industri Karawang-Bekasi-Jakarta. Meikarta berada persis di tepi tol Jakarta-Bandung.

Riuh soal kota baru Meikarta tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga jadi sorotan media-media interansional. Mulai dari Nasdaq, Reuters UK, hingga Dow Jones telah menurunkan berita tentang pemukiman di kawasan industri, Kabupaten Bekasi ini.

Mereka menyoroti Meikarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Meikarta dianggap bisa meredakan tekanan Jakarta akibat kepadatan penduduk dan tingginya konsentrasi penanaman modal asing maupun domestik.

Keberadaan Meikarta sempat menjadi polemik ketika Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta Grup Lippo selaku pengembang menghentikan penjualan Meikarta sebelum melengkapi izin pemerintah daerah.

Lembaga riset pemasaran Nielsen mencatat Meikarta menjadi merek dengan belanja iklan tertinggi sepanjang 2017 dengan sum belanja iklan lebih dari Rp1,5 triliun.

(arh)

More about ...