Denpasar Fokus Kembangkan 4 Bidang Ekonomi Kreatif


Ilustrasi Pekerja kreatif mendesain animasi – Aloysius Jarot Nugroho

Kabar24.com, DENPASAR—Pemkot Denpasar mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang fokus kepada bidang animasi, fashion, kerajinan, serta layanan komputer dan peranti lunak.

Wali Kota Denpaar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan keempat bidang –dari 16 industri kreatif yang ada– tersebut mendapat perhatian khusus dan dibuatkan module untuk menstimulasi para pelaku ekonomi kreatif tersebut di kota ini.

Jumlah tenaga kerja yang terserap di industri ekonomi kreatif it kini mencapai 19.471 orang.

Pemasukan dari ekonomi kreatif Kota Denpasar pada 2016 PDRB berdasarkan harga berlaku lapangan usaha sebesar 0,068% dengan laju pertumbuhan 0.031%.

Rai mantra menyebut Denpasar telah memiliki sejumlah module untuk menguatkan industri kreatif tersebut dalam beberapa kegiatan seperti Denpasar Festival, serta pembangunan Taman Pemuda yang dikenal dengan Youth Park di Taman Lumintang sebagai langkah memberikan ruang kreativitas kepada anak-anak muda.

“Kita terus fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan ekonomi kreatif lewat penguatan berbagai kegiatan yang dilandasi kreativitas,” ujarnya, Selasa (12/12/2017).

Terkait hal tersebut, Rai Mantra, Denpasar telah memiliki modal yakni budaya dan banyak anak muda yang kreatif yang telah menjadi bagia dari ‘orange economy’ yang cukup diperhitungkan. Secara implementasi, kota ini juga telah menghadirkan berbagai ruang kreatif dan inovatif.

Ia mengatakan aktivitas yang reguler digelar di antaranya Denpasar TIK Festival, Mahabandana Budaya, Petinget Rahina Tumpek Landep, Sanur Village Festival, Revitalisasi Pasar Tradisional, hingga lomba wirausaha muda Denpasar.

Pada akhir tahun juga akan digelar Denpasar Festival Ke-10, 28-31 Desember yang menghadirkan berbagai produk ‘orange economi’ atau ekonomi kreatif.

Dalam berbagai aktivitas module tersebut ciri khas sebagai kota kreatif muncul di antaranya melalui produk kreatif berbasis budaya unggulan, kaya inovasi, sinergi IT, dan teknologi digital, yang dibangun dengan nilai tambah secara ekonomi, sosial, edukasi, ekologi, dan kultural.

Pengamat ekonomi Prof. Ida Bagus Raka Suardana mengatakan ekonomi kreatif sangat potensial untuk mendorong pertumbuhan yang sebagian besar bertumpu dari industri pariwisata. Terlebih lagi pada kondisi menurunnya angkankunjungan wisatawan mancanegara pascaerupsi Gunung Agung saat ini.

Dia berharap ekonomi kreatif mampu berperan dan bisa menyelamatkan keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada. UMKM yang biasanya teruji dan tahan dalam kondisi seperti ini hendaknya mampu melakukan terobosan dan diversifikasi usaha.

More about ...