Dewi Aryani & BNP2TKI Sosialisasi Perlindungan Migran Indonesia



SEMARANG – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani bersama BNP2TKI mengadakan sosialisasi tentang penempatan dan perlindungan Migran Indonesia, di Gedung KPRI Wandiri Dukuhturi, Semarang, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri Direktur Sosialisasi BNP2TKI A. Gatot dan Kepala BP3TKI Semarang Jawa Tengah Suparjo dan ratusan peserta dari 3 kecamatan, Dukuhturi, Adiwerna, dan Talang.

Dear -sapaan akrab Dewi Aryani- mengatakan, dasar hukum dilaksanakannya sosialisasi itu berdasarkan amanat Undang-undang nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI ke luar negeri.

Menurutnya, tujuan diadakannya sosialisasi itu untuk mencegah terjadinya penyaluran TKI secara non prosedural (TKI Ilegal), dimana akhir -akhir ini di sejumlah daerah masih terdapat kejadian termasuk kabupaten Tegal sebagai salah satu kantong penyalur TKI.

Pada kesempatan ini, Dear kembali mengingatkan ke masyarakat yang menentukan pilihan untuk bekerja diluar negeri supaya melalui jalur prosedural.

“Sosialisasi seperti ini sangat perlu dilakukan untuk antisipasi tenaga kerja keluar negeri secara bootleg (tidak dilengkapi dokumen yang sah) bila terjadi permasalahan hukum atau deportasi akan sulit proses pengawasannya , jika melalui mekanisme dan pelatihan oleh BNP2TKI akan menjadikan TKI lebih merasa aman dalam penempatan dan perlindungan di negara tujuan,” kata Dear.

 

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menambahkan, sepertiga dari enam juta TKI bekerja sebagai asisten rumah tangga, menurutnya warga harus mulai merubah paradigma pandangan tentang TKI bukan hanya sebagai asisten rumah tangga melainkan banyak turunan pekerjaan veteran lainnya sesuai kemampuan masing-masing, seperti TKI pelaut perikanan dimana Kabupaten Tegal merupakan kantong TKI pelaut perikanan.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergitas antar lembaga perlindungan TKI BNP2TKI maupun BP3TKI Semarang untuk mencegah dan meminimalisir TKI yang nonprosedural”, pungkasnya.

(wal)