Dianggap Fiktif oleh Meikarta, Vendor: Keterlaluan Sih

Jakarta – Saat ini Meikarta sedang diterpa masalah dengan businessman yang menagih bayaran. Namun hingga kini, manajemen tak juga membayar karena menganggapnya fiktif. Lantas apa jawaban pihak vendor?

Selaku businessman yang dimaksud, Direktur PT Imperia Cipta Kreasi Herman, mengaku tak paham kenapa pihaknya disebut businessman fiktif.

“Yang dibilang fiktif yang mana saya nggak tahu,” katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Menurutnya jika memang ada dokumen-dokumen yang belum sesuai bagi manajemen Meikarta, bukan berarti pihaknya dapat dikatakan fiktif.

“Tapi kalau dibilang fiktif keterlaluan sih. Logikanya misalnya kita punya akta lahir bermasalah secara authorised kan di akta ada cacat, tapi kan bukan berarti dia nggak ada,” sebutnya.

Lanjut dia, pihaknya joke sudah beritikad baik memenuhi persyaratan dokumen sesuai yang diinginkan manajemen. Hanya saja, menurutnya itu tak direspons baik.

“Bolak balik dokumen segala macam nggak beres juga. Nggak ada kejelasan lah, komunikasi makin nggak jelas. Kita sempat email, kalau ada kendala seperti apa, kalau ada prosedur yang belum kita dikasih tau. Tapi nggak ada respons yang jelas,” lanjutnya.

Kata dia, pihaknya joke memiliki dokumen kegiatan yang mereka kerjakan sebagai bukit bahwa mereka benar-benar bekerja sesuai perjanjian. Namun dia belum bisa menunjukkannya.

“Ada (bukti dokumentasi kegiatan). Tapi kalau mereka mau klaim (vendor fiktif) gitu nggak apa,” tambahnya.

Kejanggalan Kerja sama

(zlf/zlf)

More about ...