Diguyur hujan satu jam, ruas jalan di Palembang dikepung banjir

Merdeka.com – Sejumlah kawasan dan ruas jalan di Palembang dikepung banjir setelah hujan mengguyur selama satu jam. Alhasil, jalanan macet parah karena banyak kendaraan terjebak genangan.

Pantauan merdeka.com, Senin (9/10), banjir menutupi sepanjang Jalan Kapten A Rivai atau seputaran perkantoran pemerintahan dan perbankan. Air juga menggenangi Jalan Ade Irma Nasution, Jalan Kapten Anwar Sastro, kawasan Lambang Iwak atau di dekat rumah dinas Wali Kota Palembang.

Banjir juga menggenangi area flyover Simpang Polda tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Kolonel H Barlian. Ketinggian genangan atmosphere rata-rata hampir setengah meter.

Genangan atmosphere membuat banyak kendaraan roda dua macet karena terjebak. Bahkan, sejumlah pemotor terjatuh lantaran terperosok ke selokan dan jalanan berlobang.

Banjir terparah berada di kawasan perkampungan dan Pasar Sekip, Bukit Besar, Kemang Manis, dan Rambutan. Kawasan ini kerap dilanda banjir apalagi dengan intensitas hujan cukup deras.

Menurut warga, banjir kali ini terbilang parah sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini disinyalir terus terjadi seiring datangnya musim hujan.

“Baru hujan sebentar habis kemarau sudah banjir, bagaimana musim hujan nanti, pasti lebih parah lagi,” ungkap Dwi (30), salah seorang pemotor.

Dia berharap, pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk mengantisipasi kejadian serupa. “Percuma gotong royong tiap minggu di sungai-sungai, tapi selokan mampet, sampah di mana-mana. Pemerintah harus punya solusi, bukan asal kerja saja, karena ini sudah musiman, bukan sekali dua kali,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Reza (24), warga Bukit Besar Palembang. Menurut dia, banjir disebabkan karena tidak adanya tempat pembuangan atau penampungan atmosphere ketika hujan. Keadaan diperparah dengan semakin menjamurnya rumah-rumah penduduk di areal rawa tanpa adanya kebijakan dari pemerintah.

“Mestinya dipetakan daerah-daerah rawan banjir, harus ada solusi. Sampai kapan kami banjir di Palembang berakhir,” kata Reza. [lia]

More about ...