Dimeriahkan Pameran dan Bursa Keris Pemkot Denpasar kembali Gelar ”Petinget Rahina” Tumpek Landep IX

 Kadis Perindag Denpasar, Wayan Gatra sedang memberikan penjelasan pelaksanaan Petinget Rahina Tumpek Landep pada SKPD dilingkungan Pemerintah Denpasar (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar kembali menggelar Petinget Rahina Tumpek Landep, yang kesembilan. Kegiatan tersebut akan dimeriahkan pameran aneka produk kerajinan Pande besi, perak dan emas, selain aneka kerajinan unggulan Denpasar lainnya.

Selain itu, juga dimeriahkan bursa keris dari berbagai daerah serta pada pembukaan akan dilaksanakan kirab keris keliling Lapangan Puputan Badung. Petinget Rahina Tumpek Landep di Kota Denpasar sampai 2016 yang lalu sudah enam kali mengangkat tentang Keris Pusaka. Tiga kali menerbitkan buku tentang Jelajah Keris Bali dan sekali pada 2016 lalu fokus pada kerajinan logam.

Hal tersebut membuka refleksi pemerintah bersama masyarakat Denpasar sangat merespon, mengapresiasi dan memuliakan Keris Pusaka sebagai Warisan Budaya Dunia. Sesuai dengan penghargaan UNESCO ”Keris as Masterpiece of a Oral and Intangible Heritage of Humanity ”(UNESCO, 2005).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. we Wayan Gatra, M.Si., yang didampingi Kabid Industri Logam dan Mesin, Elektronika dan Telematika dan Agro, we Nyoman Sudarsana, S.Sos.,M.Si., saat rapat koordinasi dengan SKPD terkait lainnya, Rabu (9/8), di aula kantor setempat. ‎

Menurut Wayan Gatra, pelaksanaan Petinget Rahina Tumpek Landep IX ini akan dibagikan buku rangkuman dari kegiatan saresehan, convention dan lainnya kepada pengunjung. Pelaksanaan kegiatan ini akan berlangsung 4 hari, yakni mulai Senin (28/8) hingga Kamis (31/8), bertempat di depan Museum Bali.

”‎Selaku ketua panitia pada kegiatan ini Jero Bendesa Desa Pakraman Denpasar yakni AA Putu Oka Suwetja, S.H.,M.Si‎. Kegiatan ini adalah ke sembilan kalinya setelah sukses pada 2009-2016 lalu dan akan diadakan secara rutin setiap tahun. Kami harapkan akan lebih baik dan terus meningkatkan dari tahun sebelumnya,’’ katanya. ‎

Kegiatan Petinget Rahina Tumpek Landep tahun ini mengangkat tema “Tumpek Landep Sebagai Hari Pusaka” dan dari tema ini diturunkan tema kirab yaitu “Pemuliaan Sinerga Keris, Subak, Seni Tari Bali sebagai Warisan Budaya Dunia”. ‘’Kami juga akan melaksanakan Sarasehan dengan tema Jelajah Holistik Tumpek Landep sebagai Hari Pusaka Lokal Regional,” jelas Gatra. (sta)