Diminta Lapor Crisis Center BNP2TKI, SBMI : Kami Sudah Adukan Kasus Watini 8 Bulan Lalu

Indramayu, LiputanBMI – Terkait kasus Watini Bt Carman (29), TKI asal Indramayu, Jawa Barat, yang sedang mengalami masalah di Kuwait, Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih selaku penerima kuasa mengaku sudah melaporkan permasalahan ini ke Crisis Center BNP2TKI di Jakarta, pada 10 Maret 2017 lalu.

Oleh karena itu, pihaknya merasa heran atas imbauan dari Kepala BP3TKI Bandung, Delta yang meminta agar keluarga Watini mengadu ke Crisis Center BNP2TKI, sebagaimana dilansir Koran Pikiran Rakyat, pada Rabu 8/11/2017.

“Pak Delta seharusnya kros-cek dulu sebelum berkomentar. Kami sudah mengadu dari 8 bulan yang lalu, tetapi sampai saat ini kami belum pernah mendapat balasan perkembangan kasus dari BNP2TKI,” keluh Juwarih di Indramayu, Rabu (9/11).

Sambil memperlihatkan tanda bukti pengaduan dari Crisis Center TKI bernomor ADU/201703/001140, Juwarih mengatakan, “Dalam waktu delapan bulan mestinya pihak BNP2TKI menginformasikan perkembangan kasus Watini kepada pihak keluarga.”

Dalam berita yang dilansir PR, kata Juwarih, Kepala BP3TKI menyampaikan tujuan utama didirikannya Crisis Center BNP2TKI adalah untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga Crisis Center BNP2TKI bekerja sesuai dengan tujuannya agar para TKI maupun keluarganya yang sedang mengalami masalah dapat terbantu,” harap Juwarih.

Seperti diberitakan sebelumnya, Watini Bt Carman adalah seorang TKW asal Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang sedang mengalami masalah di Kuwait. Selama 13 tahun 5 bulan, ia tidak bisa pulang karena tidak diizinkan oleh majikannya.

Watini Bt Carman direkrut oleh unite bernama Kastiman dan pada tanggal 21 Januari 2004 diterbangkan oleh PT. Duta Sapta Perkasa ke Kuwait. Padahal, waktu itu Watini masih berumur 16 tahun.
(RED, 10/11)

More about ...