DKI Siagakan Pompa Air Hadapi Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan langkah antisipasi menjelang musim hujan yang diperkirakan akan terjadi mulai Oktober atau Nov 2017 mendatang. Mulai dari perbaikan drainase (saluran air), normalisasi kali dan waduk, serta perbaikan puluhan pompa yang ada di Ibu Kota.

Hal tersebut dilakukan untuk menangani masalah banjir yang selama ini terus menghantui Ibu Kota saat musim penghujan tiba. Upaya semacam ini dinilai efektif mengurangi titik rawan banjir yang dilakukan dalam waktu tiga tahun terakhir.

Untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan DKI Jakarta menghadapi musim hujan, Reporter Koran Jakarta, Annisa Ibrahim, mewawancarai Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan di Jakarta, Selasa (3/10). Berikut petikannya:

Sejauh mana kesiapan DKI Jakarta dalam menangani masalah banjir saat musim hujan nanti tiba?

Sebetulnya kita sudah melakukan upaya antisipasi banjir itu sejak awal tahun. Kami sudah melakukan normalisasi, pengerukan, pengurasan, pengembalian saluran-saluran penghubung yang rusak, termasuk pengerukan waduk, situ dan embung.

Selain itu, memasuki musim hujan dan selama berlangsungnya musim hujan di Jakarta ini, pompa-pompa atmosphere akan terus kami siagakan untuk menyedot genangan.

Berapa section pompa atmosphere yang dikerahkan Dinas Sumber Daya Air?

Sampai dengan saat ini, pompa yang tersedia totalnya sebanyak 451 section stationer dari lima wilayah DKI Jakarta. Saya sudah instruksikan kepada semua petugas supaya jangan telat mengoperasikan pompa-pompa itu.

Bagaimana kondisi pompa-pompa tersebut?

Memang ada beberapa yang harus diperbaiki, mungkin sekitar 15an. Tapi selebihnya masih dalam keadaan yang bagus kok. Kita juga ada pompa bantuan mobile sebanyak 150 unit. Jadi ini bisa untuk fill-in kalau terjadi kerusakan di rumah pompa.

Apakah Dinas Sember Daya Air sudah mengetahui titik-titik rawan banjir?

Tentu, kita sudah melakukan pemetaan lokasi mana saja yang menjadi rawan genangan maupun banjir. Seperti di Jakarta Selatan, itu salah satu wilayah yang pale banyak titik genangan saat hujan turun.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan setelah mengetahui hal tersebut ?

Di tempat yang menjadi rawan banjir akan kita distribusikan pompa mobile. Sebagai pengendali kita juga akan bangun sarana pintu air. Untuk mencegah bencana longsor kita buat bronjong seperti di Cilandak, Kemang dan Petogogan.

Bagaimana dengan kelanjutan normalisasi kali krukut di Jakarta Selatan yang menjadi salah satu penyebab banjir di lokasi tersebut?

Kali Krukut itu belum kita normalisasi 100 persen karena masih terkendala pembebasan lahan. Masih ada bangunan yang berdiri persis di pinggiran kali sehingga terjadi penyempitan aliran sungai.

Tapi kami mendapatkan tambahan anggaran sebesar 437 miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017. Rencananya tambahan itu akan kami gunakan untuk pembelian lahan proyek normalisasi sungai di ibu kota, mungkin sekitar 30 sampai 40 persen lahan di bantaran yang bisa kami bebaskan. Kami akan melakukan mapping atau pemetaan terlebih dahulu. P-5

More about ...