Dor! Melawan, 2 Begal Sadis asal Lampung Tewas Ditembak Polisi



TANGERANG – Petugas Resmob Polrestro Tangerang Kota menembak mati 2 begal yang beraksi di Jalan Marsekal Surya Dharma, Selapanjang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, kedua pelaku merupakan residivis curanmor yang menembak mati korbannya di Jalan Marsekal Surya Dharma, 6 Oktober 2017 lalu.

“Kedua pelaku terkait pembunuhan Alif Rizky di Neglasari. Pelakunya Faisal dan Fajar. Mayat keduanya di RSUD Kabupaten Tangerang,” kata Harry, di Mapolrestro Tangerang Kota, Senin 16 Oktober 2017.

Pelaku Faisal ditangkap di kontrakannya, wilayah Binong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sedangkan Fajar, ditangkap di lapak pemulung, Gang Telaga, RT002/03, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat.

(Baca juga: Rasain! Beraksi 29 Kali, Komplotan Jambret dan Begal Menangis Ditembak Polisi)

“Dari tangan kedua pelaku, kami berhasil mengamankan dua section senpi rakitan jenis revolver, lengkap dengan 7 pelurunya, dan kunci minute T. Saat ini masih dilakukan pengembangan di lapangan,” jelasnya.

Dijelaskan dia, masih ada dua pelaku lain yang ada di lokasi, saat penembakan korban Rizki. Identitas kedua pelaku, telah dikantongi polisi, dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kedua pelaku yang tewas ini berasal dari Lampung. Mereka sudah mencuri engine sebanyak 50 kali di Jabodetabek. Saat pengembangan sudah ada 9 laporan polisi diseluruh wilayah Tangerang,” jelasnya.

Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku tidak segan menembak korbannya. Di Karawaci, pelaku Faisal juga sempat menembak korbannya. Namun mengenai engine korban, dan korban terluka ringan.

Untuk pelaku Fajar, senjatanya dibeli dari Lampung seharga Rp1,5 juta, lengkap dengan pelurunya. Sedang senjata yang digunakan Faisal, masih dikembangkan oleh petugas kepolisian di lapangan.

“Senjata mereka sempat disembunyikan di dalam tong lapak pemulung milik Syarif. Tetapi untuk tersangka Syarif masih kami dalami lagi sejauh mana perannya. Dia kami tangkap hidup-hidup,” paparnya.

Kepada kedua DPO yang berperan sebagai joki dan penadah, Harry mengimbau agar mereka segera menyerahkan diri. Jika tidak, maka akan dilakukan tindakan tegas kepada mereka berdua seperti rekannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kota AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, kedua pelaku yang ditembak mati masih terbilang muda. Keduanya masing-masing berusia 22 tahun.

“Yang duluan ditangkap Faisal di Binong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang di rumah kontrakan. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Fajar alias Dodi, usia 22 tahun,” ungkap AKBP Deddy.

Saat dilakukan pengejaran terhadap Fajar, dia sedang bersama Syarif, pemulung yang ditangkap hidup-hidup. Namun saat dilakukan pemeriksaan, Syarif hanya mengetahui keberadaan senjata api itu.

“Sehari-hari, Syarif bekerja memulung, dan senpi kedua pelaku disimpannya di dalam tong di lapaknya. Dalam aksinya, Faisal memakai senpi putih besi dan Fajar selalu memakai senpi warna hitam,” jelasnya.

Kedua pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas dengan cara ditembak dadanya, karena berusaha merebut senjata anggota saat pengembangan. Pelaku juga sempat terlibat pekelahian dengan anggota.

“Mereka melawan dengan tangan kosong dan sempat bergumul dengan petugas. Mereka ingin mengambil senpi petugas. Akhirnya, diberikan tindakan tegas dengan ditembak bagian dadanya,” terangnya.

Barang-barang curian itu, dijual ke wilayah Banten dengan harga Rp1,5 juta sampai Rp3 juta, tergantung jenis motornya. Uang hasil mencuri tersebut diserahkan ke orang tua pelaku di kampung halamannya.

(qlh)

More about ...