Film Kartini Berkompetisi di Kazakhstan

FILM Kartini, produksi Legacy Pictures dan Screenplay Production, yang diintangi Dian Sastrowardoyo, akan berkompetisi di sesi kompetisi utama Eurasia International Film Festival 2017, Kazakhstan.

Film karya sutradara Hanung Bramantyo tersebut akan berkompetisi dengan 11 film lainnya dari berbagai negara.

Tahun ini adalah penyelenggaraan EIFF ke-13 terhitung sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 1998. EIFF adalah festival film Internasional yang diselenggarakan oleh National Academy Motion Picture Arts and Sciences dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Olahraga Republik Kazakhstan, serta telah terakreditasi oleh Federasi Asosiasi Produsen Film Internasional (FIAPF). Di tahun 2017, EIFF akan berlangsung dari tanggal 22 – 28 Juli di kota Astana.

filmkartini

EIFF adalah salah satu festival film terpenting di kawasan Asia Tengah karena mampu mempertemukan sinema multipolar dan multikultur. Event ini tidak hanya membawa misi budaya, tapi juga menciptakan perdamaian dan integrasi sosial. Harapannya, dengan menyatukan para pembuat film di berbagai negara, khususnya Asia dan Eropa, dapat memicu perkembangan kerjasama yang lebih bermanfaat di masa depan. Barangkali inilah kenapa Film Kartini terseleksi di EIFF 2017.

Philip Cheah, programmer EIFF 2017, mengatakan bahwa meskipun Film Kartini adalah peristiwa masa lampau, namun pesan yang dibawa sangat relevan dengan kondisi saat ini dimana kesetaraan peran perempuan di masyarakat harus terus dijaga di tengah gempuran kaum fundamentalis yang justru menginginkan keadaan sebaliknya.

SIMBOL

Hal ini juga diamini oleh pembuatnya. Hanung mengatakan bahwa:
“Kartini adalah sosok perempuan yang seringkali kehadirannya hanya digunakan sebagai simbol dan komoditas politik, oleh karena itu lewat film ini, saya ingin mengembalikan Kartini sebagai manusia biasa; sama seperti ibu saya, istri saya, anak saya. Saya ingin menghargai perempuan-perempuan di sekitar saya dengan cara memposisikan mereka setara dengan saya atau siapapun, sama seperti usaha Ibu Kartini di zamannya”.

Dalam kesempatan lain, Isabelle Glacant, produser dan pendiri Asian Shadows, juga berpendapat bahwa Film Kartini mampu menampilkan figur perempuan Indonesia yang sangat menyentuh dan rapi.

Keberhasilan film Kartini juga tak luput kemampuan para aktornya, baik itu Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, Christine Hakim, Deddy Soetomo, Reza Rahardian dan sebagainya.

Dala pemutarannya baru-baru ini Film Kartini meraih 545.080 penonton. – dms