Galau Berat, Maudy Ayunda Curhat di ‘Dear Tomorrow’

VIVA – Setelah merilis manuscript Oxygen pada Febuari 2018 kemarin, kini Maudy Ayunda kembali mengeluarkan sebuah karya namun dalam bentuk sebuah buku. Pelantun lagu Untuk Apa itu untuk pertama kalinya menuangkan keresahan dan kegalauannya sebagai perempuan berusia 23 tahun lewat tulisan yang dipublikasi.

“Ada banyak galaunya. Karena memang banyak pemikiran yang sebenarnya intinya galau. Maksudnya galau mencari jati diri, galau dalam proses mengejar mimpi, galau dalam gimana dengan patah hati dan menurut aku kegalauan itu kan sesuatu yang normal dalam kehidupan manusia makanya ya pengin aku share,” ujarnya usai acara rising buku di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Senin 30 Apr 2018.

Buku setebal 192 halaman full tone tersebut ditulis dalam bahasa Inggris dan berisi foto-foto estetik Maudy Ayunda yang senada dengan tulisan di setiap halaman. “Buku ini konsepnya adalah kompilasi cerita-cerita aku, ada automobile biografi juga, ada aspek-aspek pemikiran-pemikiran yang boat essay, quotes, playlist lagu, macam-macam,” jelas pemain film Trinity The Nekad Traveler tersebut.

Maudy Ayunda

Tulisan buku pertamanya ini diharapkan Maudy dapat menjadi sebuah pengingat untuknya di masa depan. Itulah mengapa diberi judul Dear Tomorrow.

“Karena memang bentuk bukunya adalah pelajaran yang ingin aku ingat untuk ke depannya yang selama ini aku alamin dan pelajarin, semacam time capsule juga. Judulnya Dear Tomorrow karena aku ingin hal yang aku tulis di sini aku ingat terus pelajaran hidupnya,” ungkap Maudy.

Sejauh ini antusias penggemar sangat besar, dalam waktu 36 jam pemesanan  secara pre-order sebanyak 500 buku telah berhasil dijual. “Ini rising buku pertama aku dan menyenangkan sekali so distant respons-nya. Kemarin dalam waktu 36 jam langsung habis jadi kerasa banget antusiasme Maudiers ataupun teman-teman yang menunggu buku ini keluar,” kata dia. (ren)

More about ...