Gerhana Matahari 2017 Lintasi Amerika

Tanggal 21 Agustus mendatang, banyak warga Amerika akan bisa menyaksikan pemandangan yang jarang terjadi; gerhana matahari penuh. Walaupun bulan sering berada diantara bumi dan matahari dalam orbitnya, gerhana matahari sum hanya biasa dilihat sekali-sekali, dan hanya dari tempat-tempat tertentu di bumi.

Kalau bulan beredar mengelilingi bumi satu kali setiap hari, mengapa gerhana matahari jarang terjadi? Pakar NASA Alex Young punya jawabannya:

“Bulan tidak mengorbit bumi dalam garis lurus seperti bumi mengorbit matahari. Bulan mengorbit bumi dengan kemiringan sumbunya kira-kira lima derajat; itulah sebabnya kadang-kadang bulan berada sedikit diatas bumi, dan kadang-kadang sedikit dibawah bumi. Tapi ada masanya bumi, bulan, dan matahari berada pada garis lurus sehingga bayangan bulan menutupi bumi, kadang-kadang sebagian dan kadang-kadang secara penuh. Itulah yang disebut gerhana matahari total.”

Bagian bumi yang terkena bayangan bulan itu terdiri dari dua bagian: yaitu umbra, dimana gerhana matahari sum bisa dilihat dan penumbra, kawasan di kedua sisi umbra, dimana terjadi gerhana matahari sebagian.

Kali ini umbra atau bayangan inti itu lebarnya 112 km dan bergerak dengan kecepatan 2,400 km per jam, sehingga manusia di bumi bisa melihatnya antara dua sampai tujuh menit.

Para pakar sangat gembira mendapat kesempatan yang langka untuk mempelajari aurora matahari, yaitu lapisan luar matahari yang terdiri dari gas-gas panas.

Kata Nicholeen Viall, pakar NASA lainnya, ketika terjadi gerhana matahari sum kita bisa melihat aurora itu dengan jelas. Corona itu sangat panas dan inilah yang akan kita pelajari, karena matahari mempengaruhi semua kehidupan di bumi dan di planet-planet lain yang mengorbitnya, tambah Nicholeen Viall. (Isa)