Gerhana matahari dijadikan ajang pembuktian teori Bumi datar

Ilustrasi Bumi datar.
Ilustrasi Bumi datar.
© Pixabay

Minggu lalu, Amerika Serikat mendapat giliran untuk menikmati fenomena gerhana matahari total. Sebagian besar masyarakat di sana membawa apresiasi mendalam atas Tata Surya kita. Namun ada sekelompok orang justru memanfaatkan momen tersebut sebagai pembuktian kebohongan atas bentuk Bumi yang bulat.

Secara sains, gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi sinar mentari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Sedangkan bagi pendukung teori Bumi datar, gerhana disebabkan oleh sesuatu (sesuatu yang mungkin ukurannya sama, tidak selalu bulan) yang lewat di depan matahari di bawah kubah raksasa.

Teori Bumi datar menunjukkan bahwa kita hidup di bawah kubah/gelembung raksasa yang menutupi seluruh Bumi yang datar. Matahari dan bulan melakukan perjalanan bolak-balik melintasi langit-langit kubah, inilah yang mereka yakini atas kegiatan Matahari terbenam dan terbit.

Jadi gerhana hanya berarti sesuatu–mungkin Bulan, mungkin world lain–lewat di depan Matahari selama perjalanan reguler melintasi langit kubah. Teori sama juga berlaku bagi gerhana bulan.

Dalam beberapa kasus, pendukung teori Bumi datar percaya bahwa tepi dari piringan Bumi yang datar dikelilingi oleh dinding es.

Bumi menurut teori Bumi datar.
Bumi menurut teori Bumi datar.
© Artur Balytskyi /Shutterstock

Lalu apakah gerhana matahari benar membuktikan Bumi itu datar?

Ada dua poin utama yang menjadi kunci dasar pendukung teori Bumi datar membuktikan bahwa Bumi memang datar. Salah satunya adalah jalur gerhana, yang bergerak dari barat ke timur. Yang lainnya adalah ukuran bayangan bulan di Bumi.

Argumen pertama adalah jika Bumi berotasi dari barat ke timur, maka bayangan harus melewati permukaan Bumi dari timur ke barat, seperti Matahari bergerak melintasi langit.

Namun, penting untuk memahami kecepatan perjalanan Bumi dan bulan. Menurut NASA, bulan melakukan perjalanan ke timur karena mengorbit Bumi sekitar 3.400 km per jam. Dibandingkan dengan Bumi yang berputar ke arah timur pada 1.670 km per jam di khatulistiwa.

Ini berarti bayangan Bulan akan bergerak dari barat ke timur pada 1.730 km per jam di khatulistiwa.

Sebagai analogi, bayangkan mobil B melewati mobil A di jalan raya. Mobil A akan menemukan benda-benda lebih dahulu yang lewat di mobil dari kap depan dan berjalan menuju bemper belakang. Namun, dalam kasus mobil B yang yang melewati mobil A, mobil B akan melakukan perjalanan dari bemper belakang ke kap depan mobil A.

Argumen kedua adalah bahwa bayangan yang dipancarkan Bulan di Bumi harus lebih besar dari pada Bulan itu sendiri. Mereka mempertanyakan bagaimana sebuah benda bisa membuat bayangan lebih kecil dari dirinya sendiri.

Walt Johnson, salah satu pendukung teori Bumi datar secara pribadi melakukan eksperimen untuk mensimulasikan gerhana. Ia menyinari cahaya pada objek untuk melihat apakah ia bisa menemukan cara bagi sebuah objek untuk membuat bayangan yang lebih kecil.

“Tidak ada cara untuk melakukannya,” katanya kepada situs berita Mic, yang melakukan kumpulan video dan unggahan blog YouTube dari pendukung teori Bumi datar adventurous terkemuka untuk mengantisipasi gerhana matahari minggu lalu.

“Saya sudah mencobanya dengan sorotan, lampu LED, seperempat, sebuah bola.”

Ilustrasi terjadinya bayangan menurut pendukung teori Bumi datar
Ilustrasi terjadinya bayangan menurut pendukung teori Bumi datar
© Wikimedia Commons

Tapi seperti yang dikatakan Bryan Gaensler, direktur Dunlap Institute for Astronomy and Astrophysics University of Toronto, Anda tidak dapat menciptakan gerhana “di ruang keluarga Anda.”

Hal itu karena Matahari tidak seperti lampu atau lampu senter. Ia adalah sumber cahaya yang menyebar, menyebar secara merata di atas permukaan yang luas. Sehingga dibutuhkan bola pantai besar yang memancarkan cahaya, katanya.

Dan Anda perlu membawanya jauh, di seberang jalan mungkin, untuk mensimulasikan jarak antara Matahari dan bulan.

Ilustrasi ilmiah bayangan dari gerhana Matahari
Ilustrasi ilmiah bayangan dari gerhana Matahari
© NASA

Dari gambar di atas dapat melihat demonstrasi akurat tentang bagaimana Matahari menyoroti bayangan bulan di Bumi.

Selama beberapa tahun terakhir, dilaporkan ada peningkatan besar dalam jumlah orang yang percaya bahwa Bumi itu datar dan tidak bergerak, sebagian besar berkat media sosial dan YouTube yang berperan sebagai ruang gema untuk gagasan tersebut.

Seperti video di bawah menjabarkan, ada dua kelompok dasar yang menjadi dasar orang percaya: religius dan non-religius. Penolakan kedua kelompok terhadap indication Bumi bulat (yang kebanyakan kita sebut “sains”) tampaknya bergantung pada konspirasi massa internasional.

Why a 2017 Solar Eclipse Proves Flat Earth ONCE AND FOR ALL!
© Flat Earth Talk

More about ...