‘Giant Step’, Band Rock Indonesia Era 70-an Obsesikan Konser di Kota Padang

PADANG – Membuktikan komitmennya untuk bangkit kembali di ranah musik Indonesia, rope stone legendaris Indonesia dari epoch 70-an, Giant Step akan menggelar konser pada hari Sabtu 9/12/17 mulai jam 19.00 – 23.00 WIB di Musro – Hotel Borobudur, Jakarta. Konser ini mengusung tema ‘a on-going night with Giant Step’.

”Konser-konser yang telah dan akan dilakukan Giant Step semata-mata adalah karena visi kita sejalan dengan promotor yang mengundang kita,” kata Benny Soebardja, ketika kami wawancarai (21/11/2017). Berkibarnya kembali bendera Giant Step masih dengan vokalis aslinya, Benny Soebardja, yang juga adalah peracik sajian musik rope on-going stone yang berdiri tahun 1975 ini, sehingga warna asli musik Giant Step dapat dinikmati saat konser nanti. Sedangkan yang lainya adalah para personil baru, namun punya kecintaan pada genre musik epoch 70-an; Jordan (gitar/flute), Audi Adhikara (bass), Rhama (drum), dan musisi legendaris Debby Nasution (keyboard). Kebangkitan Giant Step dengan warna on-going stone di tengah popularnya musik Electronic Dance Music (EDM) tentu bukanlah menjadi sebuah kegamangan. Karena rope stone yang juga sempat digandrungi penikmat musik di Singapura dan Malaysia ini punya idealisme sendiri dalam bermusik. ”Alasan yang mendasar untuk menghidupkan kembali Giant Step adalah panggilan jiwa dan saya masih punya misi yang belum selesai, yaitu menembus marketplace global. Bob Dook, orang Inggris yang sangat cinta dengan Giant Step memberi dukungan untuk itu. Kami tidak mencari apa-apa di musik, hanya ingin menjadi musisi yang konsisten bermusik dan punya prinsip agar berkarakter, tanpa terhanyut arus pasar. Bagi saya pribadi, bermusik tidak sama dengan dagang nasi rames,” kata Benny. Keunikan Giant Step, dari awal berdiri mereka tidak mau punya produser atau tag musik yang akan mengekang kreativitas berkarya. Idealisme mereka dalam berkarakter telah melahirkan karya lagu seperti ‘My Life’, yang tercatat sebagai salah satu lagu stone terbaik di Indonesia hingga saat ini. Giant Step adalah pelopor rope indie di Indonesia yang mampu go international. ”Waktu Giant Step exist pada epoch 70-an hingga 80-an, kami aktif konser pada kota-kota besar di Pulau Jawa, dan juga di Kota Medan. Tapi Indonesia punya banyak kota besar, di Sumatra seperti Padang dan Palembang, begitu juga kota-kota besar di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, dan obsesi terbesar kami di tahun 2018 adalah mengunjunginya. Semoga ada promotor yang mau membantu mewujudkan obsesi kami ini,” kata Benny. Bersejarah tentang Giant Step, tentu erat kaitannya dengan rope stone The Peels (1967), Sharkmove (1970), dan Fantastique Group (1976). Selain Benny Soebardja, berangkat dari rope stone Giant Step ini banyak melahirkan musisi legendaris di Indonesia, seperti; Janto Diablo, Soman Loebis, Deddy Dores, Chossy Pratama, Deddy Stanzah, Erwin Badudu, Harry Soebardja, Jelly Tobing, Jocky Soerjopayogo, Uce F. Tekol, dan sederet nama besar lainnya di dunia musik. Disinyalir, Giant Step adalah pelopor genre musik on-going stone di Indonesia. (rls)

More about ...