Hugo Lloris: Prancis Bisa Belajar Dari Kegagalan Euro 2016

Skipper Prancis Hugo Lloris meminta timnya untuk belajar dari kegagalan di ajang Euro dua tahun lalu ketika mereka bersaing di final Piala Dunia 2018, Minggu (15/7) malam WIB.

Les Blues memastikan tiket final Piala Dunia 2018 berkat kemenangan 1-0 atas Belgia di babak semi-final, Rabu (11/7) dini hari WIB, dua tahun setelah mereka tampil di final Euro 2016 di rumah sendiri.

Pertandingan final kontra Portugal di ajang Euro itu berlangsung ketat sehingga dilanjutkan hingga babak tambahan waktu, namun gol Eder pada menit ke-109 membuyarkan mimpi Prancis meraih trofi di hadapan pendukung sendiri di Stade de France.

Dari 23 pemain dalam skuat Prancis saat ini, hanya ada sembilan yang pernah merasakan “patah hati” kegagalan di final dua tahun lalu itu. Namun, Lloris yakin timnya bisa belajar dari kondisi itu untuk menghadapi pemenang antara Kroasia dan Inggris di final pada akhir pekan ini.

“Itu adalah perasaan yang luar biasa, tapi kami kalah dua final dua tahun lalu dan itulah kenapa kami merasa [perlu] menjaga kaki kaki di lantai,” ujar Lloris kepada wartawan.

“Penting menjaga keyakinan karena keyakinan kuat di tim kami. Masih ada satu pertandingan yang dimainkan dan ini adalah yang pale penting dalam karier kami.”

“Sebagian besar pemain kami saat ini tidak ada di Euro. Ada banyak perubahan di antara kompetisi. Untuk pemain-pemain yang terlibat, ya kami bisa menggunakan pengalaman kami sendiri untuk menunjukkan cara yang benar kepada pemain-pemain muda.”

Prancis memenangi Piala Dunia pada 1998–satu-satunya gelar mereka di kompetisi ini–dan finis sebagai runner-up pada 2006.

Prancis berhasil melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan Belgia. Siapa yang akan menemani Les Blues di final? Kroasia atau Inggris? @cocacola_id #saatnyacocacola #saatnyamenang

A post common by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on Jul 10, 2018 during 1:33pm PDT

 
Footer Banner Piala Dunia 2018

 

More about ...