Ilmuwan Temukan Planet 50 Kali Lebih Besar Ketimbang Jupiter

JAKARTA – Ada gerhana besar yang muncul, namun bukan gerhana matahari sum yang biasanya terjadi pada Agustus. Gerhana kali ini akan muncul pada Sep disekitar bintang yang jauhnya berjarak 1.000 tahun cahaya.

Hal ini akan jauh lebih sulit untuk diamati dibanding bulan yang melewati matahari. Akan tetapi fenomena ini bisa memberikan petunjuk tentang tata surya yang jauh.

Dalam makalah yang dirilis di arXiv dan akan dipublikasikan dalam Monthly Notices of a Royal Astronomical Society, astrofisikawan mengumumkan bahwa mereka mengira telah menemukan world masif 50 kali lebih besar dari Jupiter dengan cincin yang besar mengitari planet.

Dilansir Popular Science, world ini terletak 1.000 tahun cahaya di sistem Orion, mengorbit di bintang muda yang terang dan sedikit lebih besar, namun dengan suhu yang sama dengan matahari. Selama 15 tahun terakhir, berbagai teleskop mengamati bintang tersebut.

Pada 2008 dan 2011, peneliti melihat gerhana yang ganjil atau movement setiap 2,5 tahun, dimana cahaya dari bintang redup selama antara dua atau tiga minggu.

Mengamati bintang yang redup dan mengukur kemiringan saat sebuah world melewati perantara bintang dan teleskop, merupakan salah satu cara peneliti untuk mengumpulkan informasi tentang world ekstra surya.

“Yang menarik adalah bahwa selama kedua gerhana kita melihat cahaya dari bintang berubah dengan cepat, dan itu menunjukkan bahwa ada cincin di objek yang ganjil, tapi cincin ini berkali-kali lebih besar dari pada cincin di sekitar Saturnus,” kata astronom Matthew Kenworthy dalam sebuah pernyataan.

Ini bukan objek cincin pertama yang ditemukan diluar tata surya kita, tetapi kemungkinan ini yang pertama kalinya dengan periode orbital biasa dan dapat diprediksi. Namun perlu dicatat bahwa world raksasa dengan cincin ini belum secara resmi ditemukan.

Teleskop diseluruh dunia akan menunjuk bintang PDS 110 pada 9-30 Sep ini, saat objek tersebut diprediksi akan terlihat lagi. Para peneliti berharap pengamatan pada musim gugur ini akan menunjukkan bahwa peredupan bintang tersebut disebabkan persimpangan exoplanet raksasa dan cakram debu serta batu, dimana bulan baru mulai terbentuk.